Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji, S.Ag, M.Pd, menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS), di Desa Kisam, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (2/6/2026).
Kehadiran Mendukbangga di Aceh Tenggara tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam memastikan akar permasalahan di daerah, baik hunian yang cukup memadai, sanitasi serta tumbuh kembang anak terhadap pemenuhan gizi, Mendukbangga juga bertatap muka dengan penerima manfaat KRS, Ibu Mira di Desa Kisam, Kecamatan Lawe Sumur serta memastikan kondisi tumbuh kembang anak terus diupayakan membaik.
Mendukbangga RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag, M.Pd, didamping Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, SE, MM mengatakan, “Ini merupakan perintah langsung dari bapak presiden untuk mengatasi berbagai macam masalah khusus, terutama dalam pencegahan Stunting”.
Ia mengatakan, penyebab stunting salah satunya kekurangan gizi, sanitasi, air bersih, dan pernikahan dini. “Sesuai perintah bapak presiden, sebelumnya angka stunting pada tahun 2025 mencapai 18 persen, pada tahun 2026 kita menargetkan menurun hingga 14 persen,” jelasnya.
Sementara, warga Dusun Masjid Desa Lawe Kinga, Kecamatan Lawe Bulan Aceh Tenggara bernama Suriani, 29, sempat meneteskan air mata saat menerima bantuan langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Ibu tiga anak ini termasuk keluarga berisiko stunting. Balita bungsunya, Hairil Padang usia 1 tahun, sempat berada di garis merah KMS karena berat badan kurang.
“Enggak nyangka bisa ketemu Pak Menteri langsung,. Saya nangis haru, Pak,” sambil mengusap air mata usai menerima bantuan perbaikan rumah layak huni dan sembako serta sejumlah uang untuk bayar hutang dari Menteri dan dari Bupati Salim Fakhry sebanyak Rp5.000.000, ucapnya gembira. (Sumber)





