Politiknesia.com

Emir Qatar Tamim Bin Hamad Tuding Serangan Israel Genosida Kolektif di Timur Tengah

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, menggambarkan krisis di Timur Tengah menyusul serangan Israel terhadap Gaza dan Lebanon sebagai genosida kolektif. Ia mengatakan negaranya selalu memperingatkan tentang kekebalan hukum yang dimiliki Israel.

Qatar telah berperan aktif dalam upaya mengakhiri perang di Gaza tetapi telah digagalkan oleh upaya Israel yang bersikukuh tak ingin melakukan gencatan senjata dengan Hamas. Minggu lalu, serangan Israel terhadap Lebanon meningkat, yang memicu serangan rudal Iran, sehingga membawa kawasan itu semakin dekat ke perang habis-habisan.

“Sudah menjadi sangat jelas bahwa apa yang terjadi adalah genosida, selain mengubah Jalur Gaza menjadi wilayah yang tidak layak huni bagi manusia, sebagai persiapan untuk pengungsian,” katanya saat pertemuan puncak Dialog Kerja Sama Asia di Doha. Emir Qatar juga mengutuk serangan udara dan operasi militer Israel terhadap Republik Lebanon yang bersaudara.

Israel dengan tegas menolak tuduhan bahwa mereka melakukan genosida di Gaza, tempat mereka melancarkan serangan sejak setahun yang lalu, meskipun seluruh wilayah kantong itu hancur dengan setidaknya 41.500 warga Gaza terbunuh tahun lalu. Jumlah korban tewas sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Minggu ini, Israel melancarkan serangan darat di Lebanon terhadap gerakan Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran. Pasukan Hizbullah telah menyerang Israel di perbatasan dalam apa yang disebutnya sebagai solidaritas dengan Palestina. Israel telah membunuh lebih dari 1.900 warga sipil Lebanon sejak 8 Oktober.

Kampanye militer Israel di Lebanon juga melukai ribuan orang, dan mengakibatkan lebih dari satu juta warga mengungsi. Israel beralasan penyerangan itu untuk menargetkan militan Hizbullah yang didukung Iran. Namun yang terjadi adalah tentara Israel membunuh banyak warga tak bersalah termasuk perempuan dan anak-anak.

Seorang warga Amerika asal Dearborn, Michigan, bernama Kamel Ahmad Jawad juga ikut tewas di Lebanon akibat serangan udara Israel. Kabar ini datang dari putri pria tersebut, teman dan anggota kongres Amerika Serikat yang mewakili daerah pemilihannya.

(Sumber)