Politiknesia.com

Firma Hukum Australia, Polaris Lawyers Resmi Layangkan Class Action Terhadap Blackmores

Firma hukum Australia, Polaris Lawyers, secara resmi menyatakan siap melayangkan gugatan class action terhadap raksasa suplemen Blackmores. Tudingannya tak main-main: keracunan akibat kandungan vitamin B6 yang terlalu tinggi dalam produk mereka.

Kasus ini bermula dari kisah nahas Dominic Noonan-O’Keefe, yang mulai mengonsumsi suplemen Blackmores pada Mei 2023. Niatnya mulia, menjaga kesehatan jelang kelahiran anak pertamanya. Produk yang ia konsumsi adalah Super Magnesium+ dan Ashwagandha+. Siapa sangka, niat baik malah berujung malapetaka.

Menurut Polaris Lawyers, yang dikutip dari situs resmi mereka di Jakarta pada Selasa (22/7/2025), mimpi buruk Noonan-O’Keefe dimulai pada Agustus 2023.

“Dominic (Noonan-O’Keefe) mulai mengalami kelelahan berat, sakit kepala hebat, dan hiper-sensitivitas terhadap lingkungannya. Gejalanya memburuk usai mengalami kejang otot, neuralgia, jantung berdebar, gangguan penglihatan, dan hilangnya sensasi di sekujur tubuh,” jelas Polaris.

Akibatnya fatal. Noonan-O’Keefe tak hanya merasakan sakit yang luar biasa, tapi juga kesulitan konsentrasi, tak bisa tidur, bahkan hingga tak bisa berjalan. Dari pemeriksaan medis, terungkap fakta mengejutkan: ia didiagnosis neuropati akibat kadar vitamin B6 yang berlebihan pada suplemen Blackmores yang ia minum.

Belakangan, terkuak pula bahwa produk Magnesium+ yang dikonsumsi Noonan-O’Keefe mengandung vitamin B yang kadarnya 29 kali lebih tinggi dari tingkat konsumsi harian yang disarankan! Sebuah angka yang mencengangkan dan berpotensi sangat membahayakan.

Meski sudah berhenti mengonsumsi suplemen tersebut sejak Februari 2024, Dominic masih terus menderita. Sakit saraf, gangguan penglihatan, kejang otot, dan kehilangan sensasi tubuh masih menghantuinya hingga kini, menurut Polaris.

Menyikapi deretan kasus ini, pendiri Polaris, Nick Mann, menegaskan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan gugatan class action. Gugatan ini terbuka bagi semua pihak yang mengalami dampak kesehatan serupa akibat kelebihan vitamin B6 dalam suplemen Blackmores.

“Kami mengetahui adanya sejumlah laporan terkait tingkat vitamin B6 berlebih pada suplemen yang dijual bebas, yang mungkin menyebabkan cedera jangka panjang pada ratusan warga Australia,” kata Mann. Sebuah sinyal bahwa kasus Noonan-O’Keefe bukan satu-satunya.

Mann juga menegaskan bahwa produsen tetap harus bertanggung jawab penuh atas keamanan produknya, meskipun sudah mengantongi izin edar dari otoritas kesehatan. Konsumen, katanya, punya hak penuh untuk memastikan keamanan produk yang mereka konsumsi.

Akankah Blackmores menghadapi badai hukum yang besar, ataukah mereka punya dalih lain untuk kasus ‘racun’ vitamin B6 ini? Kita tunggu saja babak selanjutnya dari drama suplemen ini.(Sumber)