Politiknesia.com
Parpol  

Ibarat Teh Botol, Partai Golkar Selalu Dibutuhkan Pemerintah Siapapun Presidennya

Sejumlah partai politik tengah gencar melakukan penjajakan koalisi.

Salah satu parpol yang kerap didatangi adalah Golkar. NasDem dan PKS misalnya.

Kedua parpol tersebut telah berkunjung ke Kantor DPP Golkar.

Dalam waktu yang tak berselang lama.

Ketum PKB Muhaimin Iskandar juga telah melakukan pertemuan secara khusus dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto baru-baru ini.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menilai wajar apabila Golkar punya daya tarik tersendiri bagi parpol dalam membangun koalisi.

Menurut dia, Golkar memang menjadi bagian terpenting dalam membangun pemerintahan

Dia mengatakan, kemampuan Golkar sudah tak diragukan lagi. Sudah ditempa zaman sejak orde baru. Banyak orang terlatih bergabung di Golkar. Baik politisi maupun teknokrat banyak terdapat di partai beringin tersebut.

PDIP Dekati KIB, Puan Segera Temui Ketum PAN dan PPP

“Pilihan logis Golkar menjadi kunci penting dalam pemerintah dalam membangun negara. Golkar punya banyak sumber daya yang mampu membangun berbagai isu di berbagai level,” ujar Arifki saat dihubungi merdeka.com

Peluang Golkar menjadi pemimpin koalisi pun sangat besar. Merujuk dari jumlah kursi di parlemen. Golkar hanya kalah dari PDIP. Dia bahkan berada di atas Gerindra.

 

“Dengan dia bergabung ke koalisi partai lain, tentu Golkar punya ruang sebagai pemimpin koalisi,” imbuhnya.

 

Arifki juga setuju dengan anggapan Golkar seperti teh botol yang bisa bergabung dengan koalisi manapun.

Termasuk, siapapun presiden terpilih di Pemilu 2024 nantinya.

 

Tak Bawa Golkar Lebih Baik, Ketua DPD Solo Dicopot Airlangga

“Makanya siapapun presidennya, Golkar penting banget berada di pemerintahan. Karena dia lebih berpengalaman di pemerintahan. Kuat di berbagai level. Ini ruang-ruang yang cukup menguntungkan bagi koalisi lain atau pemenang pemilu.”

 

“Karena diuntungkan dengan keberadaan Golkar.

Kita lihat pasca reformasi Golkar selalu bagian dari pemerintahan, maka itu menguntungkan bagi partai pemenang atau siapapun presiden terpilih nantinya,” tutur dia.

Sementara perihal Capres, Arifki menyesalkan, hingga kini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) belum juga deklarasi calon presiden. Sebab, menurut dia, lebih cepat deklarasi lebih baik bagi demokrasi Indonesia.

Menurut dia, sosok Airlangga punya kinerja yang moncer dalam kepemimpinan di pemerintahan. Salah satunya, kinerja kementerian ekonomi dan penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Airlangga.

Arifki menilai, bukan masalah besar elektabilitas Airlangga tak masuk tiga besar. Sebab, kekuatan Golkar berada di para Calegnya. Partai Golkar, kata dia, tidak menjual populisme dalam kepemimpinannya.

“Seharusnya Golkar manfaatkan ini lebih awal untuk memperkenalkan Airlangga.

Kekuatan politik yang dimiliki Golkar dalam berbagai sisi seharusnya dimaksimalkan lebih awal bukan menunggu pencapresan di akhir,” katanya.(Sumber)

 

Leave a Reply