Politiknesia.com

Kecepatannya 16.000 Km per Jam, Iron Dome Israel Sulit Deteksi Rudal Hipersonik Iran

Iran meluncurkan lebih dari 180 rudal balistik dan hipersonik ke Israel pada Selasa (1/10/2024) malam waktu setempat. Beberapa di antaranya mampu menembus sistem pertahanan Israel, Iron Dome.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk pertama kalinya meluncurkan rudal hipersonik Fattah ke Israel dan mampu menerjang sistem pertahanan udara negara Zionis itu.

“Untuk pertama kalinya, IRGC menghancurkan perisai radar Hetz PRK dengan rudal hipersonik Fattah 2 dan Fattah 3,” demikian keterangan IRGC, seperti dikutip media Rusia, RIA.

Bukan tanpa sebab, rudal hipersonik Fattah milik Iran berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome milik Israel. CNN melaporkan, rudal Fattah ini memiliki kecepatan 10.000 mil per jam atau setara dengan 16.000 kilometer per jam. Kecepatan tersebut membuat rudal ini sukar dideteksi oleh Iron Dome.

Rudal Fattah milik Iran ini juga dilengkapi sistem yang sangat canggih. Menurut pengamat Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), Fabian Hintz, rudal Fattah punya hulu ledak yang kuat.

Rudal ini juga dilengkapi sistem deteksi dini dan kemampuan manuver yang cepat. Kemampuan tersebut membuat rudal Fattah dapat melakukan deteksi dini dan melakukan manuver dengan cepat untuk menghindari sistem pertahanan Iron Dome yang dimiliki Israel.

Selain itu, rudal Fattah juga bisa melakukan serangan jarak jauh karena memiliki kemampuan menjangkau target dengan jarak hingga 1.400 kilometer.

Senjata Terbaru Iran

Rudal hipersonik Fattah merupakan salah satu jenis senjata terbaru yang dimiliki Iran saat ini. IRGC juga menyebut mereka baru pertama kali menggunakan rudal ini saat menyerang Israel pada Selasa malam.

Militer Iran itu mengaku mendapatkan rudal hipersonik Fattah pada Juni 2023. Sementara itu, mereka baru mendapatkan Fattah 2 dan 3 lima bulan setelahnya, yakni pada November 2023.

Meski demikian, para pengamat Timur Tengah mengaku ragu bahwa serangan Teheran ke Tel Aviv pada Selasa malam itu menjadi momen pertama Iran menggunakan rudal hipersoniknya.

Lebih lanjut, mantan teknisi senior angkatan darat AS, Trevor Ball, mengatakan, penggunaan rudal hipersonik ini kemungkinan bakal membuat Israel mudah membaca taktik serangan dari Iran. Ia menilai seiring berjalannya waktu, Negeri Zionis itu akan mudah mendeteksi serangan rudal hipersonik dari Iran.

“Ada juga kemungkinan ia bisa gagal berfungsi sehingga Israel mendapatkan gambaran yang lebih besar tentang kemampuannya. Mereka mendapatkan propaganda gratis dan tidak mengambil risiko apa pun dengan mengatakan bahwa ia telah digunakan,” kata Ball, seperti dilansir CNN.

(Sumber)