Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menentang ide kontroversial Presiden Terpilih AS Donald Trump yang menggunakan ‘kekuatan ekonomi’ untuk menggabungkan Kanada ke dalam AS.
Tidak ada peluang sekecil apa pun bagi Kanada untuk menjadi bagian dari AS. Pekerja dan masyarakat kedua negara kita mendapatkan keuntungan karena menjadi mitra dagang dan keamanan terbesar satu sama lain,” tulis Trudeu di platform media sosial X, seperti dikutip Associated Press, Rabu (8/1/2025).
Tanggapan Trudeau muncul setelah Trump memicu kontroversi dengan memunculkan ide penggabungan kedua negara, beberapa jam setelah PM Kanada itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Liberal yang secara langsung akan berimbas ke jabatannya sebagai perdana menteri.
Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly menggambarkan komentar Trump sebagai ‘kurangnya pemahaman’ tentang kekuatan dan identitas Kanada.
“Komentar Presiden Terpilih AS Trump menunjukkan kurangnya pemahaman tentang apa yang membuat Kanada menjadi negara yang kuat,” tulis Joly di X.
Dia pun meyakinkan warga Kanada tentang ketahanan mereka.
“Ekonomi kita kuat. Rakyat kita kuat. Kita tidak akan pernah menyerah dalam menghadapi ancaman,” katanya.
Sejak kemenangan dalam pemilu pada November 2024, Trump menyebut Kanada sebagai ‘negara bagian ke-51’.
Presiden Terpilih AS itu sebelumnya mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen atas impor Kanada kecuali Kanada mengambil langkah-langkah untuk secara signifikan mengurangi narkoba dan imigran ilegal yang menyeberang ke AS.
Trump juga mengancam Meksiko dengan tarif tersebut.(Sumber)





