Turunnya produksi (lifting) minyak dalam beberapa tahun ini, menjadi pekerjaan berat bagi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto pengganti Dwi Soetjipto.
Hal itu terus diingatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat melantik Djoko di Jakarta, Kamis malam (7/11/2024). “Saya merasa penting untuk menyampaikan tegas-tegas pada malam hari ini untuk urusan lifting (minyak). Lifting kita sekarang hanya 600 ribu barel per day. Dan sebenarnya bisa kita tingkatkan,” kata Bahlil.
Pernyataan Bahlil terkait dengan anjloknya lifting migas dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya pada 2016, lifting minyak 829.000 barel per hari, turun menjadi 746.000 barel per hari pada 2019, turun lagi menjadi 612.000 barel per hari pada 2022. Pada 2024 tersisa menjadi 585.000 barel per hari.
Padahal, kata Bahlil, saat ini, terdapat eksplorasi di 301 sumur minyak, dan sebagian besar atau sebanyak 195 adalah sumur milik Pertamina. Selebihnya milik KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) sektor minyak dan gas bumi (migas). “Saya minta kepada Pak Djoko yang baru dilantik, saya minta untuk dituntaskan. Itu pekerjaan utama Bapak,” kata Bahlil.
Ia juga meminta Kepala SKK Migas memangkas aturan di migas, serta melakukan koordinasi demi menambah lifting minyak. Untuk itu, seluruh jajaran SKK Migas harus bisa bekerja maksimal untuk negara dan tidak membawa visi-misi masing-masing.
“Jadi tidak ada visi-misi menteri, yang ada itu visi-misi Presiden. Saya pembantu Presiden, Bapak juga adalah bagian dari pembantu menteri. Jadi, jangan kita melakukan program di luar apa yang Presiden telah canangkan,” kata Bahlil.
Menurutnya, jika lifting minyak naik, maka berdampak positif bagi pendapatan negara. Bahkan hal itu bisa menekan impor minyak. “Saya percaya, Pak Djoko adalah sosok yang pas. Kompeten untuk jabatan Kepala SKK Migas, sebab pernah di Dirjen Migas dan Deputi SKK Migas,” kata Bahlil.
Dia pun mengingatkan Djoko untuk tidak segan-segan turun ke lapangan, bahkan kerja tanpa batas. “Jangan duduk di belakang meja, tapi harus kita proaktif. Makna dari pada pelantikan pada malam hari ini, di malam hari, itu menunjukkan bahwa saya nggak pernah tidur. Saya itu mau tidur pun otak saya itu cuma lifting, lifting, dan lifting,” kata Bahlil.
Wanti-wanti Bahlil mengingatkan Djoko agar tidak mau diatur-atur pengusaha migas. Namun demikian, kebijakan dari Kepala SKK Migas haruslah adil di mata pengusaha.
“Jangan bapak mau diatur pengusaha, yang mengatur pengusaha adalah pemerintah. Tapi pemerintah enggak boleh zalim sama pengusaha. Enggak boleh, kita harus ada di tengah,” demikian Bahlil.
Sebelumnya, Kementerian ESDM mencatat, terdapat 44.900 sumur minyak di Indonesia, dengan 16.600 di antaranya dalam kondisi idle. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 sumur dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi minyak nasional.
Pada 1996 dan 1997, Indonesia mampu memproduksi 1.000.600 barel minyak per hari, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara, karena mampu mengekspor hingga 1 juta barel. Namun, pasca-reformasi, produksi minyak terus mengalami penurunan.
Namun, saat ini, produksi minyak nasional di bawah 600.000 barel per hari, sementara konsumsi mencapai 1.000.600 barel per hari. Akibatnya, Indonesia harus mengimpor 900 ribu hingga 1 juta barel minyak per hari.
(Sumber)





