Indonesia dilaporkan berupaya mencapai kesepakatan untuk membeli 16 unit jet tempur supersonik KF-21 Boramae. Media lokal Donga melaporkan, kontrak pembelian itu akan dieksekusi selama kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada 1 April 2026.
Prabowo diagendakan menggelar pertemuan kenegaraan dengan Presiden Korsel Lee Jae Myung. Jika kesepakatan itu diselesaikan maka akan memberikan dorongan triliunan won bagi industri pertahanan negeri Ginseng dan juga dapat menghidupkan kembali momentum program pengembangan KF-21 bersama kedua negara.
Setelah kunjungan Prabowo, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul. Menurut sumber pemerintah Korsel pada 13 Maret 2026, para pejabat sedang berupaya mencapai kesepakatan pembelian jet tempur generasi 4,5 itu.
Diharapkan Presiden Lee dan Prabowo menandatangani kontrak untuk pembelian 16 jet tempur Boramae saat keduanya bertemu. Sebelumnya, sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi 48 jet tempur setelah program pengembangan bersama selesai.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah mengambil pendekatan yang hati-hati. Termasuk malah menandatangani kesepakatan pengadaan untuk jet tempur Rafale dari Prancis (tiga unit sudah datang) dan jet tempur generasi ke-5 KAAN dari Turki.
Indonesia kini diyakini sedang mempertimbangkan pembelian awal sebanyak 16 jet dari rencana 48 jet. Sebagai mitra dalam program KF-21, Indonesia awalnya setuju untuk berkontribusi sebesar 1,6 triliun won atau sekitar Rp 18 triliun untuk proyek tersebut.
Kemudian, Indonesia mengurangi kontribusinya menjadi 600 miliar won atau sekitar Rp 6,8 triliun, dengan mengatakan akan menerima transfer teknologi yang lebih kecil. Hal itu sebagai imbalan atas komitmen keuangan yang lebih rendah.
Juru Bicara Presiden Korsel Kang Yu-jung mengatakan dalam briefing tertulis, Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korsel pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Selama pertemuan puncak pada 1 April, kedua pemimpin diharapkan akan membahas cara-cara untuk memperdalam kerja sama praktis di bidang perdagangan dan investasi.
Pun kerja sama industri pertahanan dan persenjataan, serta sektor-sektor baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur, tidak ketinggalan untuk dibahas. Adapun Prabowo ke Korsel setelah menuntaskan lawatan ke Tokyo, Jepang.
Bagi Prabowo, lawatan kenegaraan ke Korsel bukan yang pertama kalinya dilakukan sejak menjadi presiden pada 20 Oktober 2024. Dia menghadiri KTT APEC di Gyeongju, Korsel pada medio November 2025, dan bertemu Presiden Lee di sela acara tersebut(Sumber)





