Politiknesia.com

Menperin Agus Gumiwang Tegaskan SDM Unggul Jadi Kunci Kebangkitan Industri Manufaktur RI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri guna mendukung pertumbuhan sektor manufaktur nasional yang berdaya saing global melalui perluasan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor manufaktur Indonesia masih menunjukkan kinerja yang resilien di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

Hal itu tercermin dari nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2026 yang tetap berada pada level ekspansi sebesar 51,75.

“Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan industri manufaktur nasional. Salah satu kuncinya adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Ia menyampaikan sektor industri manufaktur pada triwulan I-2026 tercatat tumbuh sebesar 5,04 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 1,03 persen.

Selain itu, nilai Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I-2026 berada pada level 51,37.

Menurut Agus, peningkatan kualitas pendidikan vokasi menjadi prioritas penting dalam mendukung transformasi sektor manufaktur menuju era industri 4.0.

Karena itu, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) aktif memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk dari China.

Sebagai implementasi kerja sama tersebut, BPSDMI bersama Irootech Technology Co., Ltd. menyelenggarakan Pelatihan Industri 4.0 pada 11-12 Mei 2026 untuk meningkatkan literasi dan pemahaman mengenai industri 4.0 bagi siswa, mahasiswa, serta tenaga pengajar pendidikan vokasi di Indonesia.

Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan kerja sama dengan Irootech menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pengembangan SDM industri nasional yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Baca juga : Dari Pusat Sampai Daerah, Pemerintah Fokus Urus Sampah

“Industri 4.0 bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan. Karena itu, penguatan kompetensi SDM harus terus dilakukan agar Indonesia mampu mencetak talenta industri yang unggul dan kompetitif,” ujar Doddy.

Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 250 peserta yang terdiri atas tenaga pengajar, siswa, dan mahasiswa dari unit pendidikan di bawah Kemenperin maupun perguruan tinggi lainnya.

Kegiatan dilaksanakan secara daring dan luring, termasuk praktik langsung di China yang diikuti peserta dari Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) dan Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung.

Direktur Pusat Pengembangan Pendidikan Industri Mekanik China Zheng Limei mengatakan program pelatihan tersebut menjadi implementasi nyata penguatan kerja sama ekonomi digital antara Indonesia dan China, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi dan tenaga kerja terampil.

Sementara itu, General Manager Divisi Pendidikan Rootcloud Technology Co., Ltd. Chen Lifeng menjelaskan pelatihan difokuskan pada sistem kompetisi WorldSkills, platform industri 4.0, serta penerapan otomatisasi industri modern.

Peserta pelatihan luring juga mendapatkan pengalaman praktik langsung pada jalur produksi otomatis dan implementasi platform industri 4.0.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari optimistis kolaborasi tersebut akan terus berkembang melalui berbagai program pelatihan lanjutan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Kami berharap program ini dapat mendukung persiapan talenta industri Indonesia menghadapi ASEAN World Skills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028,” kata Wulan.

Saat ini, Kemenperin juga membuka pendaftaran calon siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasi industri yang terdiri atas 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di berbagai wilayah Indonesia melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026.(Sumber)