Politiknesia.com

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Pakai Dasi Kuning di Sidang MPR, Sinyal Kuat Ketum Partai Golkar?

Ada yang menarik pada penampilan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dalam sidang tahunan MPR kali ini.

Bahlil tampak mengenakan dasi kuning yang menarik perhatian publik. Penampilan ini pun menyorot perhatian karena dirinya tengah gencar diisukan mengisi posisi calon Ketua Umum Partai Golkar pasca Airlangga Hartarto resmi mengundurkan diri.

Menguatnya posisi Bahlil di partai beringin ini juga ditandai dengan kelakar Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Partai Golkar, Bambang Soesatyo yang berkelakar mencari Bahlil saat membuka sidang tahunan.

“Para ketua umum partai politik, Plt Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita boleh tepuk tangan, Pak Bahlil ada enggak?” tanya Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2024).

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, Idrus Marham mengklaim dukungan terhadap Bahlil Lahadalia untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto bukanlah perwakilan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya katakan tidak ada. Yang pasti setahu saya, dengan kompetensi Bahlil sekarang ini, arus bawah arus atas hampir semua dukung (Bahlil). Saya punya keyakinan tidak ada (cawe-cawe Jokowi), dan tidak ada alasan untuk itu,” kata Idrus dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (13/8/2024).

Menurut Idrus, Bahlil yang menjabat Menteri Investasi merupakan salah satu sosok yang tepat untuk menggantikan Airlangga. Idrus menilai sepak terjang Bahlil di Partai Golkar sangat baik, yaitu pernah mengurus Golkar di Dewan Pengurus Daerah (DPD) Papua, dan memahami situasi kebatinan di daerah.

Lebih lanjut, ia menyayangkan banyak orang maupun petinggi Golkar yang menganggap Bahlil tidak pantas menjadi ketua umum Partai Golkar. Padahal, lanjut dia, dalam AD/ART Golkar menyatakan secara jelas bahwa syarat untuk menjadi ketua umum, salah satunya pernah menjadi pengurus DPP satu periode maupun DPD Partai Golkar.

“Bahlil itu pada saat saya jadi sekjen dan ketua umumnya Aburizal Bakrie, itu menjabat sebagai, pernah kita SK-kan sebagai bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, ini jadi memenuhi syarat, jadi kalau ada goreng-goreng seperti ini, mungkin tidak tahu ya kita maafin,” ujar Idrus.

(Sumber)