Politiknesia.com

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Bunuh 30-40 Warga Gaza Tiap Malam

Menteri Keamanan Nasional Zionis Israel, Itamar Ben-Gvir, secara terbuka menyerukan tentara Israel untuk membunuh 30 hingga 40 warga Gaza setiap malam. Dia juga blakblakan menyebut warga Gaza bukan manusia.

Ben-Gvir menyampaikan seruannya saat berbicara dengan warga Israel yang pernah disandera di Gaza, Rom Braslavski, dalam episode perdana podcast Braslavski bertajuk “October 8”, yang dirilis pada Sabtu malam.

Ben-Gvir, yang kerap dijuluki sebagai “menteri ekstremis” Zionis ini juga menyuarakan ketidaksetujuan keras terhadap kebijakan pemerintah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. “Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan perdana menteri,” ujar Ben-Gvir.

“Menurut saya, pembunuhan terarah harus dilakukan di Gaza, melenyapkan 30 hingga 40 orang setiap malam. Bukan hanya mereka yang menimbulkan ancaman langsung—ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia,” paparnya.

Dalam wawancara yang sama, Ben-Gvir mendukung emigrasi massal warga Palestina dari Gaza dan pemukiman kembali orang Yahudi di wilayah tersebut. “Saya memandang seluruh wilayah Gaza sebagai milik kita,” katanya, seperti dikutip dari Roya News, Senin (17/8/2026).

“Pemukiman tidak hanya di Gush Katif tetapi di seluruh Gaza, mendorong emigrasi sebanyak mungkin, mengirim mereka ke negara-negara mereka, dan bagi para teroris—tidak ada emigrasi, tidak ada apa pun, selain membunuh mereka satu per satu,” paparnya.

Para pakar hukum internasional menilai usulan emigrasi semacam itu berpotensi dikategorikan sebagai pembersihan etnis. Ben-Gvir tidak memegang kendali atas militer Israel dan tidak dapat memerintahkan serangan, namun sebagai kepala kepolisian nasional dan layanan penjara, dia tetap menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam koalisi PM Netanyahu.

Pernyataan serupa yang pernah disampaikan Ben-Gvir dan pejabat lainnya di masa lalu telah dikutip di Mahkamah Internasional sebagai bukti adanya niat genosida—penilaian yang dibantah oleh rezim Zionis Israel.

Komentar Ben-Gvir muncul di tengah laporan mengenai pengurangan serangan di Gaza secara diam-diam, yang dipandang sebagai konsesi kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah Netanyahu menolak beberapa aspek dari usulan gencatan senjata terbaru Amerika Serikat.

Wewenang untuk melancarkan serangan dilaporkan telah dibatasi hanya pada kepala staf angkatan darat, sebuah langkah yang memicu kemarahan kelompok garis keras Israel.

Hingga baru-baru ini, serangan Israel terus terjadi hampir setiap hari bahkan setelah adanya kerangka gencatan senjata bulan Oktober, dengan Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 1.250 kematian selama periode tersebut.

(Sumber)