Politiknesia.com

Nusantara Riset Apresiasi Langkah Menteri ESDM Dorong Percepatan Implementasi Kerja Sama Sektor Energi RI-Jepang

Direktur Eksekutif Nusantara Riset, Deni Yusup mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mendorong percepatan implementasi kerja sama sektor energi dan mineral antara Indonesia dan Jepang.

“Kami menilai langkah yang diambil Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia sudah tepat, karena fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada penandatanganan kesepakatan, tapi bagaimana memastikan seluruh kerja sama yang telah terjalin dapat segera direalisasikan menjadi proyek konkret,” ujarnya.

Deni menilai momentum pertemuan bilateral yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Tokyo menjadi sangat penting untuk mempertegas arah kerja sama RI–Jepang, khususnya dalam sektor energi, hilirisasi mineral, serta pengembangan energi baru terbarukan yang menjadi prioritas nasional.

“Kami melihat bahwa percepatan implementasi ini akan memberikan dampak strategis, terutama dalam pengembangan proyek-proyek energi seperti gas, panas bumi, serta kerja sama di bidang mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam rantai pasok industri global ke depan,” katanya.

Selain itu, Deni melanjutkan, keterlibatan perusahaan Jepang dalam proyek strategis nasional, seperti investasi INPEX Corporation pada proyek Blok Masela, juga menjadi sinyal positif untuk kepercayaan investor asing terhadap sektor energi Indonesia.

“Di sisi lain, komitmen pemerintah untuk mendorong kerja sama di bidang energi bersih, termasuk energi terbarukan hingga potensi pengembangan energi nuklir, menunjukkan arah kebijakan energi Indonesia semakin progresif dan berorientasi pada keberlanjutan,” ungkapnya.

Deni juga menilai bahwa dorongan terhadap inisiatif seperti Asia Zero Emission Community menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi regional sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia.

“Secara keseluruhan, kami memandang langkah percepatan implementasi kerja sama ini sebagai upaya konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi, serta memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam ekosistem energi global,” pungkasnya.