Politiknesia.com

Walikota London, Sadiq Khan Tuding Trump Rasis, Seksis dan Islamofobia

Hubungan panas antara mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan Wali Kota London Sadiq Khan kembali memanas. Kali ini, Khan tidak tanggung-tanggung menyebut Trump sebagai sosok rasis, seksis, dan Islamofobia. Pernyataan keras ini dilontarkan Khan menanggapi tuduhan Trump yang menyebutnya berupaya menerapkan hukum syariah di ibu kota Inggris.

“Saya pikir Presiden Trump telah menunjukkan bahwa ia rasis, seksis, sekss, dan Islamofobia,” kata Sadiq Khan dalam wawancara dengan Sky News, Rabu (24/9/2025).

Pernyataan ini merupakan respons langsung dari pidato Trump di Majelis Umum PBB sehari sebelumnya. Tanpa menyebut nama secara gamblang, Trump menyinggung London dan wali kotanya.

“Saya melihat London, di mana Anda memiliki wali kota yang buruk, wali kota yang sangat buruk, dan kini telah berubah, sungguh telah berubah,” ujar Trump.

Ia lantas melanjutkan dengan tuduhan yang lebih serius, “Sekarang mereka ingin menerapkan hukum syariat. Tapi Anda berada di negara lain, Anda tidak bisa melakukan itu.”

Sejarah Panjang Perseteruan
Bagi pengamat politik, perseteruan antara kedua tokoh ini bukan hal baru. Saling serang argumen telah terjadi sejak Sadiq Khan pertama kali terpilih sebagai Wali Kota London pada 2016. Saat itu, Khan secara terbuka mengkritik gagasan Trump yang mengusulkan larangan perjalanan bagi orang-orang dari sejumlah negara mayoritas Muslim.

Puncaknya terjadi pada 2019, menjelang kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris. Khan sempat menyamakan Trump dengan ‘diktator Eropa tahun 1930-an dan 1940-an’. Tuduhan itu dibalas dengan tak kalah pedasnya oleh Trump, yang menyebut Khan sebagai ‘pecundang sejati’ dan bahkan pernah menantangnya untuk adu tes IQ.

Kebanggaan London di Mata Khan
Di tengah kontroversi dan tuduhan yang dilayangkan Trump, Sadiq Khan tetap menunjukkan kebanggaannya terhadap London. Sebagai seorang Muslim, Khan berulang kali menepis tuduhan rasis dan Islamofobia yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa London adalah kota global yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

“Saya sangat bangga bahwa kita adalah kota terhebat di dunia,” ucap politikus Partai Buruh ini.

Khan juga menambahkan bahwa London berada di puncak banyak indikator, termasuk dalam hal investasi asing. Pernyataan ini secara tidak langsung ingin menunjukkan bahwa London di bawah kepemimpinannya justru semakin maju, bukan sebaliknya seperti yang dituduhkan Trump.

Serangkaian peristiwa ini memperlihatkan kembali betapa panasnya hubungan antara kedua tokoh tersebut. Saling lempar tuduhan rasisme dan fanatisme seolah menjadi bagian dari narasi politik yang tak terhindarkan, terutama menjelang momentum politik penting di kedua negara.(Sumber)