WaliKota Yogyakarta membuat langkah tak biasa yang menarik perhatian publik. Alih-alih menggunakan dana anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pembelian mobil dinas baru, ia justru memutuskan mengalihkan anggaran tersebut untuk pengadaan gerobak sampah demi mendukung kebersihan lingkungan di kota pelajar itu.
Keputusan tersebut disampaikan langsung dalam rapat anggaran bersama DPRD Kota Yogyakarta, di mana ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus lebih diutamakan dibanding kenyamanan pribadi.
“Mobil dinas bukan prioritas saya. Yang dibutuhkan warga saat ini adalah lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar sang wali kota kepada awak media, Senin (21/7).
Sebanyak 500 gerobak sampah rencananya akan dibagikan ke kampung-kampung padat penduduk, kawasan wisata, dan titik-titik rawan penumpukan sampah. Pemerintah kota juga menggandeng dinas kebersihan untuk memastikan penggunaan gerobak itu optimal.
Langkah ini menuai pujian dari berbagai kalangan. Banyak warga memuji sikap rendah hati dan fokus pelayanan sang wali kota. “Ini baru pemimpin yang mikirin rakyat,” komentar seorang warga di media sosial.
Dengan langkah ini, Pemkot Yogyakarta berharap bisa membangun budaya bersih dari lingkungan terkecil, sekaligus memberi contoh bahwa pengelolaan anggaran harus mengedepankan kebutuhan masyarakat luas.(Sumber)





