Politiknesia.com

Yulisman Dorong Industri Baterai EV Berkelanjutan, Transisi Energi Nasional Yang Bersih dan Mandiri

Anggota Komisi XII DPR RI Yulisman mendorong industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ia menilai pengembangan sektor ini harus selaras dengan prinsip keberlanjutan demi memperkuat transisi energi bersih nasional.

Menurutnya, kemajuan produksi baterai merupakan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan bahan bakar fosil. Ia menyatakan seluruh pihak perlu memberikan dukungan penuh agar proyek strategis energi hijau ini terus berjalan lancar.

“Hari ini kami melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan produsen baterai kendaraan listrik. Ini adalah kabar baik bagi masyarakat Indonesia, bahwa pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari green energy terus berjalan dan harus kita dukung bersama,” ujar Yulisman di Karawang, Rabu, 15 April 2026.

Lanjutnya, industri multinasional ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang sangat besar. Yulisman menekankan kontribusi generasi muda sangat diperlukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai global.

Lebih lanjut, ia mengatakan investasi tujuh triliun rupiah pada proyek ini diprediksi memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat. Ia menjelaskan penyerapan sekitar tiga ribu lapangan kerja baru akan terjadi saat fasilitas produksi ini mulai beroperasi.

“Kita berharap industri ini mampu menyerap tenaga kerja Indonesia. Khususnya generasi muda, agar bisa berkontribusi di perusahaan multinasional,” kata Yulisman.

Yulisman mengingatkan pelaku industri agar memberikan perhatian utama terhadap aspek pengelolaan lingkungan dalam setiap prosesnya. Lanjutnya, penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) harus dilakukan sesuai standar baku mutu lingkungan hidup.

Menurutnya, prinsip keberlanjutan wajib dijalankan sejak awal guna mencegah munculnya persoalan ekologi pada masa depan. Ia menegaskan penggunaan energi bersih tidak boleh menjadi pemicu masalah baru akibat kelalaian mengelola sisa operasional.

“Pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian utama, jangan sampai ke depan industri ini justru menimbulkan persoalan baru. Prinsip keberlanjutan harus dijalankan sejak awal,” ucap Yulisman.

Ia mengungkapkan keinginan agar Indonesia mampu melahirkan merek kendaraan listrik dalam negeri yang memiliki daya saing. Lanjutnya, produk luar negeri saat ini masih sangat mendominasi pasar transportasi ramah lingkungan di tanah air.

Menurutnya, kemandirian teknologi akan membuat harga kendaraan listrik menjadi lebih kompetitif serta terjangkau bagi masyarakat luas. Yulisman menilai hal ini sangat krusial untuk mempercepat adopsi energi bersih pada tingkat nasional secara masif.

“Kendaraan listrik yang beredar saat ini masih didominasi produk luar. Kita berharap Indonesia ke depan mampu memproduksi kendaraan listrik dengan merek sendiri,” ujar Yulisman.

Lebih lanjut, ia mendesak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memperbanyak jumlah stasiun pengisian daya di wilayah strategis. Ia menganggap percepatan pembangunan infrastruktur penunjang tersebut sangat krusial guna memperkuat transisi menuju kendaraan listrik.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas pengisian daya masih menjadi kendala utama bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Yulisman mengatakan penambahan jumlah unit pengisian daya akan meningkatkan kepercayaan publik dalam menggunakan moda transportasi hijau.

“PLN harus terus menambah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selama ini masyarakat masih ragu menggunakan kendaraan listrik untuk perjalanan jauh karena keterbatasan fasilitas pengisian daya,” ucap Yulisman.

Ia menyampaikan pabrik berkapasitas 6,9 Gigawatt hour (GWh) ini ditargetkan segera selesai pada kuartal III 2026. Lanjutnya, fasilitas di Karawang tersebut menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kemandirian energi nasional yang bersifat berkelanjutan(Sumber)