Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, 1.819 produk Indonesia tetap memperoleh tarif nol persen dalam skema kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.
Airlangga menjelaskan, skema Agreements on Reciprocal Tariff (ART) akan mulai berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari masing-masing otoritas di kedua negara, termasuk parlemen di Indonesia maupun Kongres di Amerika Serikat.
“Terhadap komoditas yang 1.819 yang sudah nol tetap nol pada saat ART ini diberlakukan,” ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan, kebijakan ini berbeda dengan tarif umum yang sebelumnya sempat diberlakukan dan dibatalkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Dalam proses negosiasi, pemerintah Indonesia sebelumnya telah memperoleh tawaran tarif yang lebih rendah dari 19 persen.
Namun, skema tersebut belum sempat diumumkan karena adanya perubahan kebijakan di AS.
Selanjutnya, muncul kebijakan tarif sementara sebesar 15 persen yang berlaku hingga 150 hari.
Setelah periode tersebut, kebijakan tarif akan mengacu pada hasil investigasi Section 301 yang tengah berlangsung.
Airlangga mengatakan, pemerintah Indonesia terus merespons dinamika tersebut guna memastikan kesepakatan dagang yang lebih menguntungkan bagi ekspor nasional.
Selain itu, Airlangga menambahkan bahwa kerja sama komersial antara kedua negara tetap berjalan, termasuk pada sektor energi, manufaktur, dan pertanian.
Beberapa kerja sama yang tengah disiapkan antara lain penunjukan Pertamina dalam proyek energi, serta potensi kerja sama dengan Boeing di sektor industri penerbangan.
Pemerintah juga telah menyampaikan perkembangan negosiasi tersebut kepada pihak Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dagang bilateral.
Airlangga menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan global agar kepentingan ekspor Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika yang terjadi.(Sumber)





