Pembangunan proyek pertambangan dan pengolahan nikel rendah karbon di Kabupaten Morowali ditargetkan rampung tahun 2025 mendatang.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek milik PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (PT BNSI) ini pun dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Jumat kemarin (10/2).
Dalam prosesi tersebut, Menko Airlangga turut didampingi Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy; Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura; dan Bupati Morowali, Taslim.
“Proses pembangunannya direncanakan insyaallah dapat diselesaikan dalam 2,5 tahun,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (11/2).
“Keberadaan proyek ini diperkirakan akan menyerap sekitar 12 ribu hingga 15 ribu tenaga kerja saat masa konstruksi dan sekitar 3 ribu tenaga kerja saat operasional,” tutup Airlangga.(Sumber)





