Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuagaterus berupaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)di KabupatenMinahasa untukadaptif danmelek terhadap perkembangan teknologi.
Dengan melek teknologi, parapelaku UMKMdi Kabupaten Minahasadiharapkan dapat memperluas cakupan promosi produk mereka dandapat bersaing, baik di pasar lokal maupun global.Hal tersebutdisampaikan Wamendag Jerrysaat menghadiri Sosialisasi Kecintaan Produk Dalam Negeri melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia(Gernas BBI)di Manado dan KabupatenMinahasa,Sulawesi Utara,kemarin,Kamis(8/2).
Turut hadir Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Krisna Arizadan Doni Yusri Dosen Manajemen Industri Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sosialisasi ini dihadiri 200 peserta yang terdiri dari pelaku usaha dan masyarakat di Kabupaten Minahasa.“Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku UMKM di Kabupaten Minahasadan Manadomelek teknologi, adaptif, dan melakukan inovasipenjualan.
Kami juga berharap para pelaku usahadapat mengoptimalkan pemanfaatan perwakilan perdaganganRIyang terdiri dari para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center(ITPC)yang tersebar di seluruh duniauntuk mempromosikan dan menggenjot ekspor produk Indonesia,” ujar Wamendag Jerry.Wamendag Jerrymenekankan, berbagai programKementerian Perdagangan dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM.
Contohnya, kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas sumber daya manusia, kapasitas bisnis, dan perluasan akses pemasaran.Wamendag Jerry menyatakan, pengembangan produk Indonesia merupakansalah satuprioritas pemerintah pusat dan daerah.Pemerintah sebagai regulator harus menjadicontoh dan teladan dalam penggunaan produk dalam negeri.
“Pemerintah pusat maupun daerah harus memastikan produk dalam negeri berdaya. Saat ini, saya memakaikemeja batikbuatanlokal. Bahkan,kemeja batikinidibuatdi KabupatenMinahasadengan motifSulawesi Utara. Pemerintah sebagairegulator harus memberikan contoh dan teladan dalam penggunaanproduk dalamnegeri.
Tidak hanyamencintai, tapi juga membeli, memakai, dan mengonsumsi,” ungkap Wamendag Jerry.Wamendag Jerry menambahkan,UMKMmenjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesiapada situasi pandemi Covid-19 dalamtigatahun terakhir.
Dari sisi ekspor, lebih dari 75perseneksportir merupakan UMKM.Namun, kontribusinya baru mencapai empat persenterhadap total nilai ekspor Indonesia.Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Krisna Arizamenyatakan, pemerintah sedang mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dengan cita-cita menjadikan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.
Tentu, terdapat hal yang harus disiapkan untuk mewujudkannya.
“Pertama, perlu adanya transformasi sumber daya manusia UMKM. Pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi membuat pola konsumen berubah. Saat ini, penjualan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tapi juga secara daring. Pelaku UMKM membutuhkan kemampuan manajerial untuk mengatur penjualan langsung maupun daring,” jelas Krisna.
Krisna mengutarakan, hal kedua yang harus disiapkan adalah inovasi produk UMKMyangharus terus dilakukan seiring pertumbuhan zaman. Ketiga, pola kemitraan dengan tokoretailmodern. Toko retailmodern harus mengutamakan produk-produk unggulandiKabupatenMinahasamelalui evaluasi.
Hal itu menjaditugas pemerintah daerah untuk memberikan akses pasar kepada UMKM diKabupatenMinahasa.“Keempat, ketika ada peningkatan produksi, para pelaku UMKM harus berani meningkatkan kapasitas modal dan kapasitas produksinya dengan meminjam uang kepada jasa keuangan perbankan.
Fasilitas yang diberikan pemerintah adalah sesuai yang dipersyaratkan. Hal itu harus dimanfaatkan dengan baik dan menjadi sarana untuk memperluas akses pasar,”ujar Krisna.Krisna mengatakan, Kementerian Perdagangan akan terusberkolaborasi dengan Dinas Perdagangandi di seluruh kabupaten di Indonesiauntukmemberikan pembinaan dan pelatihan terkait cara berjualan daring.Pemerintah hadir secara nyata memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM.(Sumber)





