Politiknesia.com

Melki Laka Lena: Isu SARA Sudah Tidak Laku Lagi

Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengingatkan isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA) sudah tidak laku lagi dalam politik di NTT. Isu ini jangan jadi jualan para bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah yang mau diusung Golkar.

Melki Laka Lena mengingatkan hal ini dalam sambutannya ketika membuka Rapat Konsolidasi Pemenangan Partai Golkar Dalam Pilkada se-NTT Bersama Bacakada 2024 di Hotel T-more Kupang, Kamis (4/7/2024) malam.

Ini Dia Pendamping Melki Laka Lena di Pilgub NTT Pilgub NTT, Soter Melki Manggarai Barat Dukung Melki Laka LenaAsty Laka Lena Bawa Bingkisan dan Pojok Baca untuk RS Kartini
Rapat konsolidasi pemenangan Golkar ini dihadiri seluruh bakal calon kepala daerah-wakil kepala daerah di NTT yang sedang berproses di Partai Golkar.

“Sekarang ini sudah laku lagi isu suku. Mari kita menjalani proses politik ini dengan suasana hati menyenangkan dan penuh edukatif. Dan yang paling penting adalah tidak perlu bicara suku dan agama. Isu politik identitas ini tidak laku lagi. Hasil pileg sudah tegaskan bahwa isu ini tidak laku lagi hari ini di NTT. Kita konsisten fokus ke program kerja dan apa yang akan dibuat untuk daerah,” tegas Melki Laka Lena.

Karena itu, calon tunggal Gubernur NTT usungan Partai Golkar itu mengingatkan seluruh bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah se-NTT yang berproses di Partai Golkar untuk tidak perlu membicarakan, apalagi terganggu dengan isu suku, agama dan ras.

Menurutnya, tidak lakuknya politik suku dan agama di NTT sekaligus menunjukkan bahwa politik di NTT semakin baik dan sehat.

“Artinya, siapa yang berkeringat dan bekerja untuk rakyat, dia pasti akan terpilih. Jadi saya berharap benar kita tidak lagi terjebak dengan politik identitas ini. Tunjukkan kepada rakyat apa yang sudah dan akan kita kerjakan,” tegas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini.

Rapat konsolidasi itu juga menghadirkan tim dari dua lembaga survei yang akan kembali memotret seperti apa gambaran lapangan para bacakada-bacawakada yang ingin maju dari Golkar.

Melki mengatakan, hasil survai itu menjadi salah faktor penentu siapa yang bakal mendapat SK dari DPP Partai Golkar. “Survei ini wajib dan mutlak diikuti. Di Golkar tidak mahar politik. Tidak bayar kursi. Tapi calon hanya gotong royong cek elektabilitas kita dengan membayar lembaga survei. Tidak ada karpet merah untuk calon tertentu. Hasil survei pun akan disampaikan apa adanya,” kata Melki Laka Lena.

Siapa yang bakal diusung dan mendapat SK, kata Melki, akan diputuskan setelah survei kedua. “Survei kedua ini akan dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Voxpol. Hasil ini yang digunakan untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bagi para bakal calon. Mudah-mudahan minggu pertama Agustus sudah ada SK dari DPP,” ujar Laka Lena.

(Sumber)