Politiknesia.com

Gandung Pardiman Dukung Kebijakan Menteri UMKM: Ganti Plastik Impor Dengan Bahan Lokal!

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, menyatakan dukungan penuh terhadap terobosan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam mendorong penggunaan bahan baku lokal bagi produk UMKM.

Sebelumnya, Menteri Maman menginisiasi gerakan substitusi plastik impor dengan bahan baku lokal seperti rumput laut dan singkong untuk kemasan ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor plastik sekaligus membuka peluang pasar baru bagi petani dan nelayan.

“Saya sangat mendukung langkah konkret Menteri Maman. Ini bukan hanya soal efisiensi biaya produksi UMKM, tetapi juga kedaulatan ekonomi. Mengapa kita impor plastik mahal jika rumput laut dan singkong kita melimpah?” ujar Gandung di Kompleks Parlemen, Senayan, dikutip Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia serta penghasil singkong utama memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri bioplastik.

Ia menyebut, harga biji plastik impor saat ini berkisar Rp 28.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, sementara bahan baku lokal berpotensi lebih murah sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

“Ini momentum untuk hilirisasi komoditas lokal. UMKM di sektor kemasan, kuliner, dan ritel dapat beralih ke bioplastik berbasis singkong atau rumput laut. Pemerintah perlu hadir melalui insentif mesin, pelatihan, serta jaminan pasar,” tambahnya.

Gandung juga mendorong Kementerian UMKM untuk berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mempercepat riset, standardisasi, dan sertifikasi produk bioplastik lokal agar mampu bersaing dari sisi kualitas dan harga.

“Jika UMKM berdaya dengan bahan baku lokal, petani akan sejahtera, impor menurun, dan lingkungan lebih terjaga. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri demi meningkatkan daya saing industri nasional,” jelasnya.

Ia berharap, program tersebut dapat masuk dalam skema Program Strategis Nasional serta didukung pembiayaan terjangkau melalui LPDB-KUMKM agar pelaku UMKM dapat segera bertransformasi dan naik kelas.(Sumber)