Kerja sama Indonesia Open Network atau ION untuk UMKM digital tidak lagi berhenti di nota kesepahaman. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pembahasan sudah masuk tahap teknis dan tinggal dipercepat.
Maman menyebut ION diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital. Bukan hanya berjualan secara daring, tetapi juga mendapat akses lebih luas ke pasar dan layanan keuangan.
“Perencanaan teman-teman yang ada di ION itu relatif dengan upaya kita untuk mengembangkan sektor UMKM yang berbasis digital,” kata Maman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 7 Juli.
Pernyataan itu disampaikan Maman usai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Menurut Maman, pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama tersebut karena dinilai dapat membantu pengembangan UMKM.
“Jadi kita dari pemerintah Indonesia tentunya harus menyambut baik ini sebagai langkah untuk mendorong kemajuan UMKM kita di Indonesia,” ujarnya.
Maman mengatakan tindak lanjut kerja sama ION sudah melewati tahap MoU. Saat ini, Kementerian UMKM, APINDO, pelaku UMKM, dan tim ION Network sedang merinci pelaksanaan teknisnya.
“Sekarang tahap tindak lanjut kerja samanya sebetulnya sudah bukan lagi pada tahap MoU, tapi sudah masuk ke level teknis,” kata Maman.
Ia mengatakan pembahasan teknis itu mencakup detail pelaksanaan kerja sama. Pemerintah ingin prosesnya dipercepat agar manfaatnya bisa segera dirasakan pelaku UMKM.
“Teman-teman UMKM bersama-sama dengan APINDO dan teman-teman dari ION Network dari sekarang sedang mendetailkan, mentekniskan semuanya,” ujarnya.
Saat ditanya target pelaksanaan kerja sama tersebut, Maman menjawab singkat.
“Secepatnya,” kata Maman.
Ia menyebut jangkauan kerja sama ION ditujukan untuk UMKM di seluruh Indonesia. Karena itu, pemerintah menilai program ini perlu segera didorong.
“Seluruh Indonesia. Jadi ini kan sebuah bentuk kerja sama yang menguntungkan. Kami dari Kementerian UMKM sebetulnya harus melakukan speed up ini,” ujarnya.
Maman juga mengatakan Presiden Prabowo dan PM Modi sudah menyepakati tindak lanjut kerja sama tersebut dalam waktu dekat.
Ketua Umum DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani yang saat wawancara berlangsung bersama Menteri UMKM menyambut baik kerja sama ION. Menurut Shinta, ekosistem UMKM menjadi bagian penting dalam pengembangan Indonesia Open Network.
“APINDO tentunya menyambut baik kerja sama ini dengan ekosistem UMKM yang sangat penting,” kata Shinta.
Shinta menyebut kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke India. Setelah ditandatangani kedua kepala negara, implementasinya mulai berjalan.
“Ini hasil dari kunjungan Bapak Presiden ke India, sudah ditandatangani dengan kedua kepala negara. Implementasinya sudah jalan,” ujarnya.
Maman mengatakan kerja sama ION juga berkaitan dengan kebutuhan UMKM terhadap akses pembiayaan dan pemasaran. Ia menyebut program itu akan menjadi satu paket dengan ekosistem yang lebih luas.
“Ini sebetulnya program kombo. UMKM juga mendapatkan full akses untuk memasuki keuangan sama pemasaran dan semuanya dalam konteks membuka ekosistem cukup luas,” kata Maman.
Pemerintah belum merinci jumlah UMKM yang akan masuk dalam tahap awal kerja sama ION. Maman hanya menegaskan jangkauannya disiapkan untuk seluruh Indonesia dan pelaksanaannya sedang dipercepat.(Sumber)





