Politiknesia.com

Anggarkan Elektrifikasi Nasional Rp. 64,09 Triliun, Mukhtarudin: Komitmen Pemerintah Wujudkan Energi Berkeadilan

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI, Mukhtarudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengalokasikan investasi sebesar Rp 64,09 triliun untuk menyelesaikan program elektrifikasi nasional melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) hingga tahun 2029.

Anggota Komisi XII DPR RI ini bilang langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan akses energi yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

Dana sebesar Rp 61,56 triliun untuk Lisdes dan Rp 2,44 triliun untuk BPBL adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi harapan bagi 1,2 juta rumah tangga di 5.758 desa untuk menikmati listrik, yang akan menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup,” ujar Mukhtarudin, Sabtu 6 September 2025.

Politisi senior Dapil Kalteng ini juga menyoroti alokasi anggaran Lisdes tahun 2025 sebesar Rp 3,8 triliun, ditambah Rp 5 triliun untuk perluasan jaringan distribusi di wilayah yang belum terjangkau PLN.

Mukhtarudin menilai kebijakan ini strategis untuk mempercepat elektrifikasi di daerah terpencil, yang selama ini terkendala akses infrastruktur.

“Program ini harus diawasi ketat agar tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan. Fraksi Golkar akan terus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program Lisdes dan BPBL, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” beber Mukhtarudin.

Kendati demikian, Mukhtarudin meminta pemerintah untuk memastikan sinergi antara Kementerian ESDM, PLN, dan pemerintah daerah dalam menjalankan program ini. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar target elektrifikasi 100% dapat tercapai sesuai jadwal pada 2029.

“Listrik bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan dasar. Dengan investasi ini, kita berharap tidak ada lagi desa di Indonesia yang gelap gulita. Fraksi Golkar mendukung penuh upaya pemerintah mewujudkan energi berkeadilan,” pungkas Mukhtarudin.

Program Lisdes dan BPBL diharapkan menjadi tonggak penting dalam mengatasi kesenjangan akses listrik, terutama di wilayah Indonesia timur dan daerah perbatasan, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.(Sumber)