Politiknesia.com

Kutuk Serangan Militer AS ke Venezuela, KNPI dan NYC Indonesia Serukan Dialog

Hari ini Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia/ DPP KNPI yang juga Presiden NYC Indonesia, Tantan Taufiq Lubis sebagai Chairperson Gerakan Pemuda Non Blok, Indonesia atau Non Aligned Movement Youth Organization/ NAMYO menerima pesan dari Ketua Pemuda Non Blok Venezuela Juan Pablo Tumbajoy. “Amerika Sudah Melakukan Agresi Militer Ke Kota Caracas,” tegas nya

Hari ini hari yang menyakitkan bagi Amerika Latin dan gerakan pemuda yang percaya pada perdamaian. Beberapa jam yang lalu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan tindakan militer yang dilaporkan sebagai pemboman di Caracas, Venezuela. Peristiwa ini tidak hanya mengguncang Venezuela, namun juga dunia. menjadikan hal ini menjadi keprihatinan mendalam bagi komunitas internasional, Demikian Juan Pablo mempertegas pesannya

Sementara itu Ketua Umum DPP KNPI Tantan Taufiq Lubis memberikan respons dan mengatakan dari sudut pandang politik dan diplomatik dengan hormat menganggap tindakan ini telah melanggar prinsip prinsip Hukum Humaniter Internasional, melanggar komitmen yang ditetapkan dalam Piagam Universal Hak Asasi Manusia, melemahkan kerangka perdamaian regional yang didukung oleh PBB. Menunjukkan bagaimana penurunan hegemoni berubah menjadi kekuatan untuk mempertahankan pengaruh

“DPP KNPI dan NYC Indonesia mengajak berbagai organisasi pemuda internasional di dunia, sebagai bagian dari jaringan pemuda global, agar melakukan gerakan menyerukan suara membela kehidupan sipil, menegaskan kembali kedaulatan, dan menjunjung perdamaian sebagai prinsip politik yang tidak dapat dinegosiasikan. Ini bukan pesan yang menentang suatu negara, tapi pesan untuk kemanusiaan, martabat, dan perdamaian dunia,” tegas Tantan.

Tantan menegaskan kembali solidaritas pemuda Indonesia untuk rakyat dan pemuda Venezuela dan dukungan kepada kepemimpinan Bolivarian yang bertujuan melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara. “Kami mendesak semua pihak agar menyelesaikan semua konflik dengan jalur dialog dan mediasi,” tegas Wakil Rektor Universitas Jakarta ini

Tindakan Militer AS melakukan upaya pergantian pemerintahan di Venezuela tanpa jalur demokrasi, maupun ke negara-negara lain di Amerika Latin, serta  digantikan oleh tokoh pro AS sudah menjadi pola kebijakan  penguasa di Amerika. “Seperti kasus Presiden Panama Noriega  (1988) yang diadili oleh AS dengab alasan narkoba/pencucian uang. Tindakan ini jelas jelas melanggar hukum internasional (prinsip kedaulatan negara dan prinsip non intervention),” ungkap Tantan.

Tantan Menegaskan segala bentuk agresi dan penjajahan atas bangsa lainnya adalah tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, serta menyatakan bangsa Indonesia menentang kolonialisme dan akan terus turut serta dalam penciptaan perdamaian dunia. “Konstitusi Indonesia menegaskan hal tersebut, begitu juga spirit dalam Dasa Sila Bandung 1955 mengamanahkan demikian,” pungkasnya. {radaraktual}