Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, tiang monorel yang akan dibongkar di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan sudah berdiri sejak 2004.
Menurutnya, pembongkaran itu bagian dari penataan besar-besaran kawasan Rasuna Said.
Pramono mengatakan, proyek mangkrak itu tak pernah tuntas, dan menjadi beban bagi Gubernur DKI 2007–2012, Sutiyoso (Bang Yos).
“Minggu depan ini, monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Dan saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak, karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi, ” kata Pramono saat menghadiri Haul ke-85 Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026).
Pramono menyebut, pembongkaran tiang monorel tidak hanya menghilangkan struktur yang sudah mangkrak sejak lama. Namun, lebih dari itu untuk merapikan kawasan dan memperbaiki infrastruktur jalan.
“Rp100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan sebagainya. Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said itu angkanya Rp100 miliar. Kalau bongkar saja, kecil banget lah harganya,” ujar Pramono.
Selain itu, ia juga bakal mengundang Sutiyoso saat proses pembongkaran. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penutup fase panjang polemik monorel Jakarta.
“Maka minggu depan ini kita akan undang Bang Yos, untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan, jalannya kita rapikan,” katanya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan dana hingga Rp100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang mangkrak berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Dia merinci, anggaran Rp100 miliar tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel, tetapi juga menata ulang jalan dan trotoar di sepanjang koridor Rasuna Said.
Untuk saat ini, kata Heru, pihaknya fokus untuk menata kawasan Jalan Rasuna Said terlebih dulu. Ia belum mengungkapkan kapan tiang monorel di kawasan Jalan Asia Afrika akan ditata.
Heru mengatakan, pihaknya akan merapikan Jalan Rasuna Said sisi Timur yakni meliputi jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar. Nantinya, area tersebut akan dibuat sama seperti Rasuna Said sisi Barat yang sudah lebih dulu rapi(Sumber)





