Kabar melegakan datang dari jantung kekuasaan Arab Saudi. Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, dinyatakan telah meninggalkan Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh pada Jumat (16/1/2026).
Pihak Istana Kerajaan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa sang Raja telah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan medis dengan hasil yang positif.
“Hasilnya meyakinkan,” demikian bunyi pernyataan resmi istana yang dikutip dari kantor berita QNA.
Misteri di Balik Pemeriksaan Medis
Meski sempat memicu kekhawatiran publik internasional, pihak kerajaan tetap bersikap konservatif terkait rincian medis sang Raja. Hingga ia diperbolehkan pulang, belum ada penjelasan mendalam mengenai jenis pemeriksaan spesifik yang dijalani pria yang kini genap berusia 90 tahun tersebut.
Kesehatan Raja Salman memang selalu menjadi magnet perhatian dunia sejak ia naik takhta pada 2015 menggantikan mendiang Raja Abdullah. Mengingat faktor usia, setiap kabar mengenai masuknya sang Raja ke rumah sakit sering kali memantik spekulasi terkait keberlanjutan roda pemerintahan di Riyadh.
Estafet Kekuasaan di Tangan MbS
Sejarah mencatat, pada 2017 silam, Raja Salman telah menunjuk putranya, Mohammed bin Salman (MBS), sebagai Putra Mahkota. Sejak saat itu, MBS secara praktis memegang kendali harian pemerintahan kerajaan, sementara sang ayah lebih banyak tampil dalam acara-acara kenegaraan yang bersifat simbolis dan krusial.
Dalam beberapa tahun terakhir, catatan medis Raja Salman memang menunjukkan intensitas perawatan yang cukup sering:
Mei 2024: Pernah dilaporkan menderita infeksi paru-paru namun dinyatakan sembuh tak lama kemudian.
Mei 2022: Menjalani prosedur kolonoskopi dan observasi medis selama satu pekan.
Maret 2022: Menjalani penggantian baterai alat pacu jantung.
2020: Melakukan operasi pengangkatan kantung empedu.
Keluarnya Raja Salman dari rumah sakit kali ini setidaknya meredam tensi kegelisahan di kawasan Teluk. Kondisi kesehatan sang Raja tetap menjadi indikator penting bagi stabilitas politik dan ekonomi di salah satu negara pengekspor minyak terbesar dunia tersebut.(Sumber)





