Politiknesia.com

Koruptor Harus Dimiskinkan! Adam Irham Dukung Perang Prabowo Lawan Korupsi

Ketua Umum Pemuda LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), Adam Irham, menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membawa harapan baru bagi agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, komitmen tegas Presiden dalam berbagai pidato kenegaraan telah menghadirkan optimisme baru bahwa perang terhadap korupsi tidak lagi berhenti pada slogan politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Adam Irham dalam podcast Ngopini bertajuk “Prabowo Bersih-Bersih! Mampukah Kejar Koruptor Hingga ke Antartika?” yang dipandu Bang Annama, Ajo Gilang, dan Mas Rezha. Dalam diskusi itu, Adam menyoroti konsistensi Presiden Prabowo yang berulang kali menyampaikan komitmen memberantas korupsi hingga mengejar pelaku kejahatan ke mana pun mereka melarikan diri.

“Pelantikan Pak Prabowo sebagai Presiden Indonesia menurut saya menjadi angin segar bagi pemberantasan korupsi. Beliau dikenal tegas dan berani. Dalam pidato-pidato kenegaraannya, Presiden dengan lantang menyatakan perang terhadap korupsi, bahkan menyampaikan koruptor akan dikejar sampai ke Antartika. Itu pesan politik yang kuat bahwa negara tidak boleh kalah terhadap koruptor,” ujar Adam Irham.

Ia menilai pernyataan keras Presiden perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terukur dan terus dikawal publik agar semangat pemberantasan korupsi tidak kehilangan momentum di tengah perjalanan pemerintahan.

Menurut Adam, sejumlah penanganan perkara yang mencuat dalam periode awal pemerintahan menunjukkan adanya sinyal kuat bahwa agenda penertiban dan pembenahan internal pemerintahan mulai bergerak. Adam menyebut beberapa kasus yang menjadi perhatian publik sebagai bagian dari atmosfer baru penegakan hukum yang perlu terus dijaga.

“Kita melihat ada berbagai kasus yang ditangani dan menjadi perhatian publik. Saya membaca ini sebagai pesan bahwa pemerintahan ingin menghadirkan tata kelola yang lebih bersih. Karena itu janji pemberantasan korupsi harus terus dikawal, jangan sampai melempem atau kehilangan tenaga di tengah jalan,” katanya.

Dalam pandangannya, keberhasilan agenda antikorupsi tidak hanya bertumpu pada Presiden semata, tetapi juga sangat bergantung pada keberanian dan integritas lembaga penegak hukum. Karena itu, Adam menekankan pentingnya peran Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai institusi negara yang memiliki mandat langsung dalam penegakan hukum.

“Siapa yang mengawal agenda besar Presiden dalam pemberantasan korupsi? Tentu lembaga penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Negara sudah membentuk institusi dengan kewenangan besar untuk menjaga agar perang terhadap korupsi berjalan efektif dan tidak berhenti di level retorika,” tegasnya.

Adam juga menyoroti langkah Kejaksaan Agung yang beberapa waktu lalu menampilkan penyitaan uang negara hasil perkara korupsi sebagai bentuk komunikasi penegakan hukum kepada masyarakat. Menurutnya, tindakan tersebut memberi pesan penting bahwa negara serius mengejar dan mengembalikan aset yang dirampas oleh koruptor.

“Ketika Kejaksaan menampilkan tumpukan uang hasil sitaan, itu bukan sekadar simbol. Ada pesan kepada publik bahwa uang negara yang dirampok harus dikembalikan. Masyarakat perlu melihat bahwa hukum bekerja dan negara hadir mengambil kembali hak rakyat yang dirampas oleh korupsi,” ujarnya.

Meski demikian, Adam mengingatkan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi harus diukur dari kemampuan negara membangun sistem yang mampu menimbulkan efek jera secara permanen. Karena itu, ia menilai pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi pekerjaan rumah penting yang perlu segera diselesaikan.

“Korupsi itu kejahatan yang menghancurkan masa depan bangsa. Selama pelaku masih bisa menikmati hasil kejahatannya, efek jera tidak akan pernah maksimal. Karena itu saya mendukung penuh agar UU Perampasan Aset segera disahkan. Negara harus berani memiskinkan koruptor, agar tidak ada lagi orang yang menjadikan jabatan sebagai jalan memperkaya diri,” tandas Adam.

Menurutnya, masa pemerintahan hingga 2029 masih menjadi ruang penting untuk membuktikan bahwa perang terhadap korupsi benar-benar menjadi agenda prioritas negara yang dijalankan secara konsisten dan tanpa kompromi. {radaraktual}