Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan empat negara mitra dalam forum APEC Ministers’ Responsible for Trade 2026 di Suzhou pada 22 – 23 Mei 2026. Pertemuan tersebut dilakukan bersama perwakilan Vietnam, Hong Kong, Selandia Baru, dan Singapura guna membahas penguatan hubungan perdagangan serta perkembangan isu perdagangan global terkini.
Wamendag Roro mengatakan hari pertama pelaksanaan APEC MRT 2026 berlangsung produktif dengan sejumlah pembahasan strategis terkait arah hubungan dagang Indonesia bersama negara mitra. Pemerintah Indonesia disebut menegaskan komitmen agar kerja sama bilateral tersebut mampu memberikan manfaat konkret bagi pelaku usaha dan masyarakat.
“Hari pertama di Suzhou ini sangat produktif. Kami duduk bersama dan berdiskusi dengan perwakilan dari Vietnam, Hong Kong, Selandia Baru, dan Singapura untuk memetakan arah hubungan dagang kita. Indonesia menegaskan komitmennya dalam memastikan kerja sama bilateral ini memberikan dampak konkret bagi para pelaku usaha kita di tanah air dan masyarakat pada umumnya,” ujar Dyah Roro Esti Widya Putri dalam keterangannya di Suzhou, Jumat (23/5/2026).
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Nguyen Sinh Nhat Tan, Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Vietnam sebagai chair Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership atau CPTPP 2026. Indonesia menilai Vietnam berhasil menjaga momentum dan kredibilitas perjanjian di tengah meningkatnya minat negara calon anggota baru.
Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proses aksesi ke CPTPP secara konstruktif sesuai standar dan prinsip perjanjian tersebut. Pemerintah menilai keterlibatan Indonesia dalam CPTPP dapat memperkuat representasi ASEAN dalam arsitektur perdagangan regional yang terus berkembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angka Kematian Migran Ilegal di Selat Inggris Meningkat
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
Sementara dalam pertemuan dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Algernon Yau, kedua pihak membahas perkembangan kerja sama ekonomi ASEAN–Hong Kong. Indonesia menyebut Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN–Hong Kong atau AHKFTA terus berperan penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah sejak diberlakukan pada 2020.
Indonesia juga menyampaikan proses ratifikasi domestik Protokol Pertama Amandemen AHKFTA tengah berjalan agar segera dapat menyelesaikan prosedur internal yang dibutuhkan. Pemerintah menilai Hong Kong tetap menjadi salah satu mitra investasi utama Indonesia dalam memperdalam kerja sama ekonomi regional.
Pada pertemuan berikutnya, Wamendag Roro melakukan pembicaraan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Investasi Selandia Baru Todd McClay. Kedua negara menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai NZD 6 miliar pada 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Aksi 2025-2029 yang telah disepakati sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas oleh Serangan Udara Israel
Indonesia dan Selandia Baru juga sepakat memperkuat pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional seperti AANZFTA, RCEP, dan CPTPP. Selain itu, kedua negara membuka peluang pelaksanaan misi dagang untuk memperkuat hubungan business-to-business.
Todd McClay mengatakan Selandia Baru turut mengajak Indonesia mendorong pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok global di tengah ketidakpastian situasi internasional. Menurutnya, isu tersebut perlu terus dibahas dalam forum internasional seperti APEC dan ASEAN.
“Selandiа Baru akan mendorong pernyataan atas pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok global pada forum internasional seperti APEC dan ASEAN,” ujar Todd McClay.
Menanggapi kondisi geopolitik global saat ini, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan perdagangan nasional melalui diversifikasi ekspor, optimalisasi perjanjian dagang, serta peningkatan konektivitas alternatif dan jalur pelayaran internasional. Pemerintah juga memastikan dukungan terhadap eksportir melalui fasilitasi perdagangan dan eksplorasi pasar nontradisional.
Sementara itu, dalam pertemuan bilateral bersama Menteri Hubungan Perdagangan Singapura Grace Fu, Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap Singapura sebagai mitra strategis utama di ASEAN. Singapura dinilai konsisten mendukung integrasi ekonomi regional dan kerja sama perdagangan berbasis aturan.
Indonesia berharap Singapura dapat terus mendukung proses aksesi Indonesia ke CPTPP, termasuk menjaga momentum pembahasan agar proses tersebut dapat berlanjut ke tahap berikutnya. Pemerintah juga membuka ruang diskusi terkait berbagai isu teknis maupun kebijakan yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut dalam proses aksesi tersebut.
Berita ini telah tayang di Koran Jakarta dengan judul “APEC MRT 2026: Wamendag Roro Esti Perkuat Dagang dengan 4 Negara”
https://koran-jakarta.com/2026-05-24/apec-mrt-2026-wamendag-roro-esti-perkuat-dagang-dengan-4-negara(Sumber)





