Politiknesia.com

Gubernur Rudy Mas’ud Percepat Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Kaltim-Kaltara

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sepakat memperkuat kerja sama percepatan infrastruktur perbatasan guna menyulap wilayah terluar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, di Samarinda, Selasa,menegaskan komitmennya untuk menggeser status wilayah perbatasan menjadi prioritas utama pembangunan kedua provinsi.

“Pemprov Kaltim menginginkan ke depan adanya perubahan besar terkait wilayah perbatasan ini. Jika dulu kawasan ini dianggap sebagai halaman belakang, maka ke depan harus menjadi halaman depan Provinsi Kalimantan,” ujar Rudy Mas’ud saat menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, beserta rombongan di Kantor Gubernur Kaltim.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Rudy menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur di perbatasan kedua provinsi ini diharapkan dapat memutus isolasi geografis yang selama ini dihadapi masyarakat pedalaman.

“Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu untuk meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur di sana. Kami berkomitmen dan berupaya keras agar infrastruktur di wilayah perbatasan harus bagus dan layak,” tegasnya.

Rudy juga memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan kerja jajaran Pemprov Kaltara. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama nyata antardaerah.

“Hubungan antara Kaltim dan Kaltara ini bukan lagi sebatas erat, melainkan sudah tak terpisahkan. Bukan hanya wilayah geografis yang saling terhubung, tetapi sumber daya manusianya juga memiliki ikatan historis dan emosional yang sangat kuat dengan Kaltim,” tambah Gubernur.

Secara geografis, terdapat beberapa wilayah di Kaltim yang berbatasan langsung dan memiliki interaksi sosial ekonomi yang tinggi dengan Kaltara, di antaranya Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau.

Hubungan erat ini terlihat nyata dari aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah Apau Kayan (Malinau, Kaltara) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Kaltim).

Rudy menekankan bahwa esensi dari kolaborasi ini adalah pemerataan kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak dasar warga negara di beranda depan Indonesia.

“Harapan kita bukan mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik infrastruktur saja. Lebih dari itu, bagaimana pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat perbatasan dan pedalaman Kaltim-Kaltara, sehingga mereka bisa mendapatkan akses pelayanan publik, kesehatan, dan pendidikan yang jauh lebih baik,” jelasnya.

Merespon visi tersebut, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menyambut baik komitmen penuh yang ditunjukkan oleh Gubernur Kaltim beserta jajarannya.

Pihaknya optimistis kerja sama ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan kedua provinsi tetangga tersebut.

“Kami sangat senang, bangga, dan mendukung penuh kolaborasi ini. Sinergitas antara Pemprov Kaltim dan Kaltara harus terus terjalin erat agar konektivitas serta pembangunan di dua provinsi ini dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi,” tutur Ingkong Ala.

(Sumber)