Presiden World National Youth Council (NYC) Federation Tantan Taufiq Lubis Menghadiri Kegiatan The Global Leadership Table Manner 2026 di El Hotel Bandung yang di selenggarakan pada 11-12 Juli 2026 oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al-Ghifari
Kegiatan ini jadi wadah sinergi antar mahasiswa lintas program studi untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai etika profesional, tata krama dalam jamuan resmi, serta keterampilan interpersonal yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja dan pergaulan global.
Melalui perpaduan materi dan praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman mengenai dining etiquette, etika komunikasi profesional, serta sikap dan perilaku yang mencerminkan karakter seorang pemimpin.
Tantan Taufiq Lubis, yang juga Ketua Umum DPP KNPI memotivasi mahasiswa memiliki tekad, mimpi, dan keinginan besar menjadi aktor global dan aktor perdamaian dunia.
“Adik-adik mahasiswa harus memiliki tekad, mimpi besar dan keinginan yang kuat untuk menjadi aktor-aktor perdamaian dunia, terlebih mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Administrasi Negara. Hal ini merupakan amanat konstitusi, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujarnya di hadapan ratusan anggota dan pengurus HIMA Hubungan Internasional dan HIMA Administrasi Negara FISIP Universitas Al-Ghifari.
Tantan juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan penguatan kapasitas diri.
“Jangan pernah merasa susah hanya karena faktor ekonomi maupun kuliah di universitas swasta. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi untuk membuka jejaring dan konektivitas secara optimal. Saat ini kita dapat bangkit dan membuka peluang karier internasional serta akses informasi seluas-luasnya hanya dengan memanfaatkan jari-jari, dengan biaya yang relatif terjangkau,” paparnya.
“Manfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook dan WhatsApp untuk membuka jejaring dan konektivitas internasional. Tingkatkan kemampuan diri untuk belajar bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, dan Arab,” lanjut Wakil Rektor Universitas Jakarta Ini.
Pendiri Youth Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia itu menjelaskan bahwa dalam konsep diplomasi publik, setiap warga negara dapat menjalankan peran diplomasi di pentas global tanpa harus menjadi diplomat karier di Kementerian Luar Negeri RI.
“Setiap warga negara dapat menjadi _non state actor atau aktor non negara yang memperkenalkan karakter, identitas, budaya dan cita-cita Indonesia kepada warga asing,” jelas Tantan.
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa membangun skill, mindset, dan mental berani.
“Hilangkan rasa rendah diri kita di depan bangsa-bangsa asing. Kedudukan kita sejajar sama tinggi dengan bangsa-bangsa asing. Caranya, perbanyak literasi tentang budaya asing dan tingkatkan kemampuan berbahasa asing kita. Perkuat mental dan mindset kita untuk berpikir dan bertindak menjadi aktor-aktor perdamaian global, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi Indonesia,” tegasnya.
Rektor Universitas Al-Ghifari, Prof. Dr. H. Didin Muhafidin, mengapresiasi inisiatif kedua himpunan mahasiswa tersebut. “Ini kegiatan yang sangat edukatif dan relevan dengan kebutuhan dunia profesional saat ini. Kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan adalah langkah strategis dalam membangun kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, dan karakter mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Al-Ghifari, Dr. Dina, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara HIMA Administrasi Negara dan HIMA Hubungan Internasional diharapkan mampu memperkuat budaya akademik yang inklusif, memperluas jejaring antar mahasiswa, serta mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi formal.





