Isu global yang sempat menyentak nalar banyak orang terkait Jeffrey Epstein menjadi perbincangan dalam podcast “Ngopini” yang dipandu Bang Annam, Ajo Gilang, dan Mas Rezha. Dalam podcast tersebut, pengamat Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Adhe Nuansa yang hadir sebagai narasumber, memaparkan analisisnya terkait kemungkinan spektrum politik di balik mencuatnya kembali dokumen Epstein Files.
Adhe Nuansa menilai, fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika kekuatan politik global yang lebih luas, termasuk potensi adanya kepentingan tertentu yang bermain di baliknya.
“Kalau analisa saya mengatakan bahwa Epstein Files ini bisa jadi, merupakan alat tekan dari lobi-lobi Yahudi, katakanlah tangan-tangan zionis di pemerintahan Trump. Dengan dibukanya Epstein Files ini Trump mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan Yahudi dalam hal ini Israel,” jelas Adhe Nuansa.
Ia kemudian menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam perspektif tersebut, Epstein Files dapat dipandang sebagai instrumen tekanan untuk mendorong kebijakan tertentu di tingkat internasional. “Jadi bisa menjadi alat tekan agar Amerika turut mendukung Israel menyerang Iran misalnya, menjamin keamanan Israel di Timur Tengah,” sambungnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa secara logika politik, situasi tersebut menimbulkan kejanggalan, terutama jika dikaitkan dengan keputusan untuk membuka dokumen yang berpotensi merugikan diri sendiri. Dalam hal ini membuka aib Donald Trump yang notabene pemimpin tertinggi di Amerika Serikat,
“Kalau kita melihat dalam skema logika, memang sepertinya logis, walaupun kita tidak bisa membuktikannya secara faktual. Tapi kalau kita lihat, bagaimana mungkin Trump itu, dia dipaksa membuka satu dokumentasi yang membuka boroknya sendiri, itu kan seperti ada situasi yang inkoheren,” sindirnya.
Ia pun menekankan adanya dugaan kekuatan lain di luar struktur formal yang berpotensi mempengaruhi keputusan tersebut.
“Kalau saya jadi presiden, pasti akan saya tutup itu kasus saya. Artinya ada satu kekuatan lebih besar di luar dari kekuatan formal kalau kita pakai logika yang itu di luar kekuasaan Trump dan mengharuskannya membuka Epstein Files itu,” tukas Adhe Nuansa menganalogikan posisinya jika menjadi seorang Trump.
Lebih lanjut, Adhe juga menyoroti keterkaitan nama-nama dari Indonesia yang disebut dalam pemberitaan terkait Epstein Files. Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam membaca informasi tersebut agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru.
“Setelah saya crosscheck nama-nama orang Indonesia yang masuk dalam epstein files hanya di-mention, jadi hanya disebut dalam berita, dikutip saja tapi tidak ada interaksi langsung. Ada satu orang yang berinteraksi dengan Jeffrey Epstein, dia memiliki keinginan akses terkait dengan hotel, lalu menawarkan jasa pelayanan tertentu, dan ini perlu kita crosscheck orang itu,” beber Adhe
Di akhir pernyataannya, Adhe Nuansa menyampaikan pesan penting kepada pemerintah Indonesia agar lebih waspada dalam menyikapi dinamika politik global, khususnya yang berkaitan dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.
“Pesan terakhir dari saya, Epstein Files ini membuktikan bahwa pemerintah yang berkuasa pada saat ini di Amerika Serikat memiliki kedekatan tertentu dengan satu ideologi tertentu. Saya mungkin mengimbau kepada pemerintah agar berhati-hati terhadap kedekatan kita dengan rezim Trump. Dan Trump sendiri juga telah mengalami distrust yang besar di dalam negerinya,” tutur Adhe Nuansa.
Ia kemudian mengingatkan pentingnya kehati-hatian pemerintah Indonesia agar tidak terjebak dalam dinamika kepentingan global yang kompleks, terutama yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.
“Jangan sampai kita terjebak dalam permainan Donald Trump khususnya di Board Of Peace dan kepentingan Amerika-Israel di Timur Tengah. Itu menjadi harapan besar agar pemerintah lebih hati-hati lagi mengambil langkah politiknya,” tuntas Adhe Nuansa.
Pembahasan Epstein Files bersama Adhe Nuansa ini masih banyak menyisakan perspektif penting yang belum terungkap di sini. Buat kamu yang ingin melihat gambaran utuh dan analisis lengkapnya, langsung cek episode penuh podcast “Ngopini” di link berikut ini https://www.youtube.com/@NgopiniPodcast. {radaraktual}





