Politiknesia.com

BAJA Nyatakan Siap Pasang Badan Untuk Gubernur Jakarta: Hentikan Pencitraan di Atas Nama Jakarta!

Barisan Jakarta Foundation (BAJA) menyuarakan sikap tegas dalam forum diskusi bertema “Peran Serta Pemuda Menuju Jakarta Global” yang digelar di Tebet Eco Park, Selasa (29/7).

Dalam forum yang turut dihadiri Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, Ketua Umum BAJA, R. Lintang Fisutama, tampil lantang menyampaikan bahwa pihaknya siap pasang badan membela Gubernur Jakarta dari serangan pihak luar yang mencoba menjadikan Jakarta sebagai alat pencitraan politik demi kepentingan elektoral.

Di hadapan peserta yang memadati forum, Lintang menyampaikan pernyataan keras terhadap narasi-narasi politik yang menjadikan Jakarta sebagai sasaran serangan atau komparasi demi mendulang popularitas.

“Kami, Barisan Jakarta Foundation, menyampaikan dengan jelas: kami siap pasang badan untuk Gubernur Jakarta. Sudahi cara-cara murahan dengan menyenggol Jakarta demi popularitas. Jakarta bukan alat kampanye,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Lintang menyindir pihak-pihak, terutama kepala daerah dari luar Jakarta, yang dinilainya terlalu sering menyeret nama Jakarta dalam pernyataan publik mereka, seolah-olah memahami persoalan ibu kota lebih dalam ketimbang warganya sendiri.

Ia menegaskan bahwa sudah saatnya energi politik difokuskan untuk membenahi daerah masing-masing, bukan untuk menciptakan panggung konfrontasi dengan Jakarta. “Kami ingatkan: lebih baik benahi daerah sendiri daripada sibuk mengomentari Jakarta. Banyak program di Jakarta yang belum tentu bisa mereka tiru,” tambahnya dengan nada kritis.

Di hadapan para tokoh pemuda dan perwakilan pemerintahan yang hadir, Lintang juga menekankan bahwa Jakarta kini bergerak menuju kota yang lebih manusiawi dan berpihak pada seluruh warganya. Perubahan itu, menurutnya, tidak datang dari slogan kosong, tetapi ditopang oleh program-program kesejahteraan yang nyata dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa Jakarta memiliki lebih dari lima jenis kartu layanan sosial yang menyasar berbagai lapisan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Lansia Jakarta, Kartu Disabilitas, Kartu Pekerja, hingga JakLingko yang memungkinkan masyarakat menggunakan transportasi publik secara gratis.

Bahkan, akses ke tempat-tempat wisata pun kini dapat dinikmati melalui fasilitas KJP. “Ini bukan gimmick, ini keberpihakan nyata,” tegasnya.

Menurut BAJA, keberadaan program-program tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan pemerintahan yang inklusif, responsif, dan hadir dalam kehidupan sehari-hari warganya.

Lintang menyatakan, belum tentu kebijakan serupa bisa direalisasikan di daerah lain, apalagi jika pemimpinnya masih lebih sibuk tampil di media daripada turun langsung ke lapangan.

Forum diskusi yang digelar BAJA ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Jakarta 500 Tahun, sekaligus menjadi ruang konsolidasi pemikiran dan semangat kolaborasi antar pemuda ibu kota.

Hadir dalam forum ini berbagai elemen strategis, termasuk Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, Ketua Karang Taruna DKI Jakarta, Akmal Budi Yulianto, serta perwakilan KNPI, para lurah dan camat dari wilayah Tebet, pimpinan organisasi kepemudaan, dan anggota Karang Taruna dari berbagai penjuru Jakarta.

Menutup pernyataannya, Lintang menegaskan bahwa pemuda Jakarta akan menjadi garda terdepan dalam menjaga arah pembangunan ibu kota yang sedang bergerak ke jalur yang benar.

“Jakarta sedang membangun dan bergerak ke arah yang benar. Pemuda Jakarta akan berdiri paling depan menjaga agar tidak ada yang mengganggu jalannya pembangunan ini,” ujarnya menutup sesi diskusi dengan semangat yang membakar solidaritas peserta forum. {radaraktual}