Senayan mengapresiasi bantuan belajar dari Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Dengan bantuan belajar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini, akses masyarakat Papua menerima pendidikan semakin besar.
Anggota Komisi X DPR Robert J Kardinal mengatakan, KIP ini bentuk kepedulian negara terhadap pendidikan masyarakat.
“Bantuan ini tentu membuka peluang anak-anak kita mencapai cita-citanya,” kata dia saat memantau penyerapan dana Program KIP di Sorong, Papua Barat Daya, belum lama ini.
Sebagai wakil rakyat dari Papua, Robert berkomitmen terus mengawal penuh pelaksanaan Program KIP tahun 2023 dan tahun 2024. Dia ingin, masyarakat di seluruh Papua dapat menikmati semua pendidikan jenjang melalui dukungan program PIP dan KIP ini.
“Program KIP untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya sudah berjalan baik. Walau terkendala sedikit di pencairan, pendistribusiannya selama ini berjalan cukup baik,” ujar politisi Golkar ini.
Dia menuturkan, program PIP merupakan solusi bagi keberlanjutan sekolah anak-anak Indonesia. Diharapkan, program ini benar-benar berjalan lebih baik. Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan untuk memastikan program PIP bersama KIP ini benar-benar berjalan efektif di lapangan.
“Ini program yang sangat realistis dan relevan. Terutama untuk menjangkau masyarakat di daerah. Dengan evaluasi dan perbaikan, program PIP dan KIP ini bisa menjadi solusi, sehingga tidak ada lagi anak di Indonesia mengalami putus sekolah,” terangnya.
Robert berharap kualitas dan kuantitas keterserapan manfaat dari program KIP ini dapat terus ditingkatkan. Terutama untuk PIP dan KIP-K (kuliah) yang memiliki manfaat luar biasa dan terasa di masyarakat agar dapat secara konsisten dan kontinyu dijalankan, terutama untuk kawasan Papua.
Jika semua masyarakat Papua dapat menikmati akses pendidikan dari SD hingga kuliah, tentu sumber daya manusia di Papua bisa ditingkatkan. Papua bukan lagi daerah tertinggal dari kawasan lainnya,” jelas eks Ketua Fraksi Golkar ini.
Dia menjelaskan, kuota dana aspirasi KIP yang telah berhasil diperjuangkannya untuk mahasiswa pada tahun 2023 ini berjumlah 500 orang. Sementara, selama duduk di Komisi bidang pendidikan DPR ini, setidaknya sudah ada sekitar 1.250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi telah mendapatkan program ini.
Sedangkan untuk bantuan pendidikan dari SD sampai SMA/SMK, terrealisasi hampir mencapai 60.000 orang.
“Tentu kita berharap bantuan KIP untuk siswa dan mahasiswa di Provinsi Papua Barat Daya diperbesar kuotanya. Jangan lagi ada masyarakat Papua yang tidak mendapatkan pendidikan gara-gara terkendala dana,” tegasnya.
Robert berharap agar distribusi program KIP ini bisa lebih ditingkatkan. Sebab hasil temuannya di lapangan, terdapat beberapa persoalan. Terutama dalam hal adiministrasi sehingga pencairan dana KIP ini tidak tepat waktu.
“Tapi mudah-mudahan masalah ini bisa diatasi ke depannya,” harapnya.
(Sumber)





