Politiknesia.com

CEO Forum Hulu Migas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dorong Harmonisasi Regulator dan KKKS

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan capaian kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui dialog langsung dengan pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Hal tersebut ia ungkapkan dalam kegiatan CEO Forum Awal Tahun 2026 di Jakarta, dikutip pada Senin (02/02/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja industri hulu migas sekaligus upaya menjaga kesinambungan pencapaian target lifting. Dalam forum tersebut, Bahlil menyampaikan apresiasi kepada para KKKS atas kinerja produksi migas yang berhasil mencapai target lifting minyak bumi sebesar 605 ribu barel per hari pada tahun 2025.

“Bapak Ibu Pimpinan daripada KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan lifting untuk tahun 2025. Saya atas nama Pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada semua KKKS, atas kontribusinya, atas kerja kerasnya, dalam mencapai target lifting kita di tahun 2025 sebesar 605,300 ribu barel per day,” ujar Bahlil.

Dalam dialog tersebut, Bahlil menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah sebagai regulator dan KKKS sebagai pelaksana kegiatan hulu migas. Menurutnya, harmonisasi peran kedua pihak menjadi kunci agar upaya peningkatan lifting migas dapat berjalan selaras dan efektif.

“KKKS berperan di depan, dan Pemerintah mempunyai kepentingan besar terhadap bagaimana meningkatkan lifting. KKKS adalah eksekutor di lapangan, kami regulator. Nah, bagaimana ini kita tune-kan menjadi satu Sehingga iramanya bisa berjalan,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menegaskan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, bersama SKK Migas, akan terus mendampingi KKKS dalam mengoptimalkan kinerja hulu migas. Pendampingan tersebut mencakup pengawalan regulasi, penyederhanaan birokrasi, serta percepatan proses perizinan, terutama yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Indonesia Petroleum Association, Kathy Wu menyampaikan harapannya agar konsistensi dan komitmen dalam penerapan regulasi migas tetap terjaga. Menurutnya, kepastian regulasi menjadi faktor penting agar proyek-proyek migas yang telah berjalan dapat dieksekusi dengan baik.

“Ketika proyek memasuki tahap operasi, sangat penting bahwa peraturan dan regulasi Pemerintah tetap sama, karena itu akan melindungi operasional proyek, sehingga dapat memiliki ruang dan fokus pada pelaksanaan. Kami akan terus mendukung Pemerintah untuk mewujudkan Astacita pada sektor energi,” tutur Kathy.

Melalui forum tersebut, pemerintah dan pelaku industri hulu migas menyepakati pentingnya sinergi berkelanjutan antara regulator dan KKKS guna menjaga kinerja produksi migas nasional serta mendukung pencapaian target lifting dan agenda ketahanan energi nasional.(Sumber)