Politiknesia.com

Ditetapkan KPK Jadi Tersangka Korupsi, Intip Koleksi Kendaraan Gubernur Papua Lukas Enembe

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan gratifikasi.
Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Keuntungan (PPATK) juga memblokir rekening orang nomor satu di Provinsi Papua tersebut. Pemblokiran juga dilakukan terhadap sejumlah rekening pihak lain terkait dengan Lukas.
“Iya [diblokir]. Sudah sejak beberapa waktu lalu beserta pihak-pihak terkait,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana disitat dari kumparanNEWS.
PPATK menilai, data transaksi yang dilakukan orang nomor satu di provinsi Papua itu tidak sesuai profil pendapatannya.
Laporan harta kekayaan Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: e-LHKPN KPK
Laporan harta kekayaan Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: e-LHKPN KPK
“Karena transaksi tidak sesuai profile, nilai signifikan dan ada proses analisis di kami,” jelas Ivan.
Bila melansir dari laman resmi e-LHKPN KPK, total kekayaan Lukas tercatat sebanyak Rp 33,7 miliar, yang terakhir dilaporkan pada 31 Maret 2022 untuk tahun periodik 2021.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laporan LHKPN periode 2020 yang berjumlah Rp 31.284.396.870. Artinya, bertambah sekitar Rp 2,5 miliar dalam satu tahun terakhir.
Rinciannya, dari total harta Rp 33,7 miliar tersebut, di antaranya berjumlah Rp 13,6 miliar untuk harta tanah dan bangunan, Rp 932 juta untuk alat transportasi dan mesin, Rp 1,2 miliar untuk surat berharga, dan Rp 17,9 miliar untuk kas dan setara kas.
Toyota Fortuner bekas Foto: dok. WTCM2
Toyota Fortuner bekas Foto: dok. WTCM2
Menilik harta alat transportasi dan mesin senilai Rp 932 juta, Lukas tercatat memiliki 4 mobil. Berikut rinciannya.
  • Toyota Land Cruiser, Tahun 2010, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen e-LHKPN Rp 396.953.600
  • Toyota Fortuner, Tahun 2007, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen e-LHKPN Rp 300.000.000
  • Toyota Camry, Tahun 2010, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen e-LHKPN Rp 85.536.000
  • Honda Jazz, Tahun 2007, hasil sendiri, dengan nilai taksiran seperti tercantum di dokumen e-LHKPN Rp 100.000.000.
Melihat koleksi mobilnya, Lukas nampaknya gemar dengan mobil buatan Toyota, paling mahal yakni Toyota Land Cruiser lansiran tahun 2010 dengan nilai taksiran Rp 396 juta dan yang termurah Toyota Camry dengan nilai taksiran Rp 85 juta saja.
Tiga mobil Toyota yang menjadi koleksinya memang kerap identik sebagai kendaraan pejabat. Selain menawarkan durabilitas, Land Cruiser dan Fortuner juga dapat diandalkan di berbagai medan dan beragam situasi jalanan. Serta Camry yang menawarkan kemewahan dan kesan prestise.(Sumber)

Leave a Reply