Politiknesia.com

Keir Starmer Incar Kursi Sekjen NATO Usai Mengundurkan Diri Dari PM Inggris

Perdana Menteri (PM) Inggris yang akan segera mengundurkan diri, Keir Starmer, dilaporkan tengah mengincar jabatan Sekretaris Jenderal NATO pada 2028 mendatang. Laporan ini pertama kali diembuskan oleh media Inggris, The Observer, Minggu (28/6/2026).

Untuk bisa menduduki jabatan tertinggi di aliansi pertahanan tersebut, Starmer harus memenuhi sejumlah syarat krusial. Ia wajib mempertahankan posisinya sebagai anggota parlemen dari Partai Buruh setelah resmi meletakkan jabatan sebagai perdana menteri.

Selain itu, Starmer juga harus menjaga hubungan baik dengan calon penerusnya, anggota parlemen Andy Burnham. Dukungan penuh dari pemerintah Inggris nantinya bakal menjadi kunci penting bagi mulusnya pencalonan Starmer untuk memimpin aliansi tersebut.

Garis Waktu Suksesi PM Inggris
Sebelumnya, pada 22 Juni, Starmer telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang saat ini menjadi partai berkuasa. Kendati mundur dari partai, ia menegaskan bakal tetap mengemban tugas sebagai PM hingga pemimpin baru terpilih.

Starmer menjelaskan bahwa proses pemilihan suksesornya akan dimulai pada 9 Juli mendatang. Agenda politik ini dijadwalkan rampung sebelum parlemen kembali bersidang pada September.

Langkah Starmer membidik posisi tertinggi di NATO dinilai sejalan dengan arah kebijakan luar negeri yang selama ini ia usung. Di bawah kepemimpinannya, Partai Buruh Inggris terus menegaskan komitmen yang tidak tergoyahkan terhadap aliansi pertahanan transatlantik tersebut, khususnya dalam menghadapi dinamika keamanan di Eropa.

Transisi Kepemimpinan di NATO
Inggris sendiri memegang peran krusial sebagai salah satu kekuatan militer utama sekaligus negara pendiri NATO. Jika ambisi politik ini terwujud, Starmer akan memperpanjang daftar politikus papan atas Britania Raya yang berkiprah di panggung diplomasi pertahanan internasional.

Saat ini, NATO dipimpin oleh mantan PM Belanda Mark Rutte. Rutte mulai menjabat pada 2024 untuk masa jabatan empat tahun, yang berarti masa baktinya akan berakhir pada 2028 –tepat pada momentum yang kini dibidik oleh Starmer.(Sumber)