Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan menyatakan elektabilitas pasangan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Rano) unggul tipis dibanding Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) usai debat perdana.
Ini diketahui setelah dilakukannya survei pada 10-17 Oktober 2024 yang menghasilkan pasangan Pramono-Rano unggul, kemudian disusul pasangan RIDO, dan pasangan Dharma-Kun.
“Simulasi tiga pasangan Pramono-Rano elektabilitasnya 41,6 persen, disusul RIDO 37,4 persen, dan Dharma-Kun 6,6 persen. Ada 14,4 persen yang belum tahu atau tidak menjawab. Untuk sementara pada Oktober ini, Pram-Rano sudah unggul meskipun keunggulannya belum signifikan,” tutur Djayadi secara virtual dalam rilis temuan survei bertajuk ‘Pilkada Jakarta: Siapa Unggul Pasca Debat Perdana?’, Rabu (23/10/2024).
Bila melihat tren simulasi tiga pasangan ini, LSI membandingkan elektabilitas ketiga pasangan sejak awal September lalu dengan survei hari ini.
“Pada survei LSI 6-12 September 2024 RIDO berada pada posisi atas 51,8 persen, di survei Poltracking 9-15 September 2024 47,5 persen, survei Charta Politika 19-24 September 2024 48,3 persen, dan sekarang di LSI 10-17 Oktober 37,4 persen,” ucap dia.
“Poltracking dan Charta Politika dipilih karena metode survei dan jumlah sampel sama. Sehingga ada kecenderungan penurunan elektabilitas dari RIDO,” sambungnya.
Pada saat yang sama, ada tren kenaikan elektabilitas pasangan Pram-Rano, dari survei LSI 6-12 September 2024 28,4 persen, Poltracking 9-15 September 31,5 persen, Charta Politika 19-24 September 2024 36,5 persen, LSI 10-17 Oktober 41,6 persen.
Sementara itu pasangan Dharma-Kun cenderung stabil meski dibandingkan September mengalami kenaikan dua kali lipat, dari survei LSI 6-12 September 2024 3,2 persen, Poltracking 9-15 September 5,1 persen, Charta Politika 19-24 September 2024 5,6 persen, LSI 10-17 Oktober 6,6 persen.
“Jadi penurunan yang dialami oleh RIDO cenderung pindah ke Pramono-Rano lebih dari 10 persen, sedangkan sedikit yang pindah ke Dharma-Kun,” ungkap Djayadi.
Ia juga memaparkan salah satu penyebab meningkatkan elektabilitas pasangan Pramono-Rano, karena elektabilitas Rano Karno yang cukup tinggi dibanding kandidat cawagub lainnya.
“Simulasi tiga nama wakil gubernur Rano Karno elektabilitasnya 67,1 persen, Suswono 14,8 persen, dan Kun Wardana 2 persen,” kata dia.
“Di sini yang menarik, yang saya kira ini menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa saat ini Pram-Rano bisa menyaingi bahkan mulai mengungguli pasangan RIDO, karena sosok wakil gubernurnya,” tandas Djayadi.
Survei dilakukan melalui wawancara secara tatap muka. Survei ini mengambil sebanyak 1.200 orang sampel dengan menggunakan metode multistage, tingkat margin of error lebih kurang 2,9 persen
(Sumber)





