Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia ke sejumlah objek pertahanan di Kabupaten Natuna, Kamis (2/7), dimanfaatkan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, untuk menyampaikan berbagai persoalan strategis yang masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan.
Dalam kesempatan tersebut, Cen Sui Lan menyoroti tingginya biaya transportasi dan logistik serta jauhnya rentang kendali dengan pemerintah pusat yang dinilai menjadi kendala utama dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Biaya transportasi dan logistik yang tinggi menjadi persoalan mendasar di Natuna. Kondisi ini berdampak pada mahalnya harga kebutuhan pokok, tingginya ongkos distribusi barang, hingga menghambat masuknya investasi,” ujar Cen Sui Lan.
Menurutnya, tingginya biaya distribusi tidak hanya memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada biaya produksi dan menurunkan daya saing daerah.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan aksesibilitas menuju Natuna. Jika persoalan transportasi dapat diatasi, saya yakin potensi Natuna akan berkembang lebih optimal dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan nasional,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Cen Sui Lan juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Polkam ke Natuna. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat di wilayah perbatasan merupakan bentuk nyata perhatian terhadap daerah terluar Indonesia sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Kehadiran Bapak Menko Polkam di Natuna menjadi semangat bagi kami. Kami berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan kawasan perbatasan, sehingga Natuna semakin maju, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.(Sumber)





