JAKARTA – Poros Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS diprediksi akan mengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Hanya tinggal menunggu momentum untuk melakukan deklarasi.
“Nasdem, Demokrat, dan PKS tampaknya akan mengusung Anies Baswedan menjadi Capres pada Pilpres 2024. Ketiga partai tersebut tinggal mencari moment yang tepat untuk mendeklarasikannya,” kata Pengamat Politik dari Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada wartawan, dikutip Jumat (26/8/2022).
“Nasdem, Demokrat, dan PKS tampaknya akan mengusung Anies Baswedan menjadi Capres pada Pilpres 2024. Ketiga partai tersebut tinggal mencari moment yang tepat untuk mendeklarasikannya,” kata Pengamat Politik dari Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga
Nasdem sendiri telah menyatakan hasrat untuk mengusun Anies pada 2024. Jamil memprediksi, kemungkinan ketiga partai itu akan mendeklaradikan Anies sebagai capres pada akhir tahun 2022. Sinyal tersebut sebenarnya sudah dihembuskan oleh petinggi partai tersebut.
Karena itu, bila benar rumor bahwa KIB juga akan mengusung Anies, hal ini akan menguntungkan bagi Nasdem, Demokrat, dan PKS. Sangat mungkin terbentuk koalisi besar untuk mengusung Anies. “Kalau ini terjadi, tentunya peluang menang sudah di depan mata,” terangnya
Akan tetapi, kata Jamil, yang menjadi masalahnya adalah apakah Partai Golkar sebagai partai terbesar di KIB mau mengusung Anies. Dia melihat peluang itu kecil karena Rakernas Golkar telah menetapkan ketua umumnya, Airlangga Hartarto sebagai capres.
“Hasil rakernas itu memang dapat diubah, namun hingga saat ini petinggi Golkar terlihat masih kekeh mengusung Airlangga,” imbuhnya.
“Hasil rakernas itu memang dapat diubah, namun hingga saat ini petinggi Golkar terlihat masih kekeh mengusung Airlangga,” imbuhnya.
Tetapi, kata mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini, Golkar berbeda dengan PAN dan PPP yang basis akar rumputnya banyak menghendaki Anies sebagai capres. Karena itu, bagi PAN dan PPP tampaknya tidak akan masalah besar bila mengusung Anies.
Oleh karena itu, dia menuturkan, kalau PAN dan PPP kekeh memilih Anies, sementara Golkar kekeh memilih Airlangga, maka ada kemungkinan KIB bubar. Bisa jadi PAN dan PPP merapat ke Nasdem, Demokrat dan PKS meskipun kemungkinannya kecil karena KIB disebut-sebut sebagai koalisi bentukan Istana.
“Namun kemungkinan ini kecil mengingat KIB sejak awal dikesankan koalisi Golkar, PAN dan PPP bentukan istana. Karena itu, PAN dan PPP tampaknya akan lebih mendengar suara istana daripada akar rumputnya. Konsekuensinya, bisa saja sebagian besar akar rumput di PAN dan PPP lebih memilih Anies daripada Capres yang diusung partainya. Hal ini tentunya akan merugikan kedua partai tersebut, termasuk tentunya KIB,” pungkasnya.
( Baca artikel sumber disini )





