Politiknesia.com

Partai PM Lawrence Wong Menangi 90 Persen Kursi Parlemen di Pemilu Singapura

Partai Aksi Rakyat atau People’s Action Party (PAP) kembali berkuasa di Singapura setelah memenangkan 87 dari 97 kursi atau hampir 90 persen kursi dalam pemilihan umum yang diadakan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kemenangan PAP ini sekaligus menangkis tantangan dari Partai Pekerja alias Workers’ Party (WP).

Di tengah isu pembaruan partai dan transisi kepemimpinan, warga Singapura di kotak suara pada hari pencoblosan, Sabtu (3/5/2025), tetap memilih stabilitas politik dan keamanan ekonomi, ketimbang mendengarkan seruan partai oposisi untuk pengawasan dan keseimbangan yang lebih besar.

Secara keseluruhan, 65,57 persen dari 2.386.452 suara sah yang diberikan jatuh ke tangan PAP atau naik dari 61,24 persen pada pemilu 2020. Ini adalah ujian elektoral pertama bagi Perdana Menteri (PM) Lawrence Wong yang memimpin PAP.

Dalam memimpin PAP untuk meningkatkan perolehan suara, Wong menentang tren. Pemilu sebelumnya pada tahun 1991 dan 2006, PAP mengalami penurunan perolehan suara setelah PM baru menjabat.

Partai yang berkuasa juga memperoleh lebih dari 75 persen suara di 10 daerah pemilihan. Adapun, daerah pemilihan PAP dengan kinerja terbaik adalah Daerah Pemilihan Anggota Tunggal (SMC) Queenstown, di mana Eric Chua memenangkan 81,12 persen suara.

Hasil akhir untuk wilayah Tampines GRC diumumkan hampir enam jam setelah pemungutan suara ditutup atau pada Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Berbicara pada konferensi pers pasca-pemilu PAP yang diadakan sekitar satu jam kemudian, Wong mengatakan bahwa warga Singapura telah memberikan partai ‘mandat yang jelas dan kuat untuk memerintah’.

Mengulangi bahwa persaingan yang lebih besar bukanlah antara partai politik, tetapi antara Singapura dan tantangan yang dihadapinya, Wong mencatat bahwa pemilihan umum berlangsung pada saat yang kritis bagi Singapura, karena dunia menghadapi perlambatan ekonomi serta perubahan mendasar dalam tatanan internasional.

“Hasilnya akan menempatkan Singapura pada posisi yang lebih baik untuk menghadapi dunia yang bergejolak ini… Ini adalah sinyal yang jelas tentang kepercayaan, stabilitas, dan keyakinan terhadap pemerintah Anda,” kata Wong dikutip dari Channel News Asia, Minggu.

“Warga Singapura juga dapat memperoleh kekuatan dari ini dan menatap masa depan kita dengan percaya diri,” imbuhnya.

Ia pun menyebut dirinya ‘sangat rendah hati dan bersyukur’ atas hasil tersebut, dan bahwa PAP akan bekerja lebih keras dengan mandat ini untuk memastikan kemajuan konkret bagi Singapura.

Menteri Senior Lee Hsien Loong, yang menyerahkan kekuasaan kepada Wong pada Agustus tahun lalu, mengatakan di media sosial Facebook bahwa ia sangat senang dan lega dengan hasil pemilu ini.

“Pemilihan umum ini berlangsung pada saat yang krusial, baik di dunia maupun di Singapura. Sangat penting bahwa PM Lawrence Wong memenangkan mandat yang baik dalam pemilihan umum ini,” tulis Lee.

“Hal ini untuk menunjukkan kepada warga Singapura, dan menunjukkan kepada dunia, bahwa ia (Wong) memiliki dukungan penuh dari negara yang bersatu. Hasil pemilihan umum ini mencapai hal itu,” lanjutnya.(Sumber)