Timor Leste dipastikan akan menjadi anggota penuh ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Oktober 2025, sementara Papua Nugini mulai melangkah untuk mengikuti jejak yang sama.
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Sidharto R Suryodipuro, mengatakan keputusan final mengenai keanggotaan penuh Timor Leste telah diambil dalam KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Mei lalu.
“Dalam KTT ASEAN yang lalu, disepakati bahwa keanggotaannya akan diformalkan pada KTT berikutnya,” ujar Sidharto dalam konferensi pers, Kamis (3/7/2025), dikutip dari Antara.
KTT ASEAN ke-47 akan kembali digelar di Kuala Lumpur pada Oktober 2025. Timor Leste telah mengajukan diri sebagai anggota sejak 2011 dan menjalani seluruh proses aksesi, termasuk penilaian langsung oleh negara-negara anggota.
Proses ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, namun pada 2022 Timor Leste sudah diterima “secara prinsip” sebagai anggota baru.
Meski demikian, media internasional melaporkan bahwa junta militer Myanmar sempat mengajukan keberatan resmi kepada Malaysia, selaku Ketua ASEAN tahun ini.
Alasannya, dukungan terbuka pemerintah Timor Leste terhadap oposisi pro-demokrasi Myanmar dianggap melanggar prinsip non-intervensi ASEAN.
Papua Nugini ingin bergabung dengan ASEAN
Selain Timor Leste, Papua Nugini juga telah mengajukan permohonan resmi untuk bergabung dengan ASEAN.
Menurut Sidharto, prosedur berikutnya akan bergantung pada konsensus seluruh anggota ASEAN.
“Pengajuan dari Papua Nugini sudah diterima. Prosesnya akan mengikuti kesepakatan bersama, apakah nanti akan sama jalurnya dengan Timor Leste atau tidak,” jelasnya.
Ia menegaskan, Piagam ASEAN tidak perlu diubah untuk menerima Papua Nugini. Syarat keanggotaan hanya mengharuskan lokasi di kawasan geografis Asia Tenggara, yang definisinya tidak kaku.
“Definisinya tidak hitam-putih atau dibatasi koordinat tertentu. Indonesia dan Papua Nugini adalah negara bertetangga,” katanya.
Dukungan terhadap keanggotaan Papua Nugini juga disampaikan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada KTT ASEAN ke-46.
“Kami mengusulkan partisipasi tetangga dekat kami, Papua Nugini, yang juga telah menyatakan keinginannya bergabung dengan ASEAN,” ucapnya dalam sidang pleno 26 Mei lalu.
Prabowo menilai, di tengah ketidakpastian geopolitik, ASEAN yang lebih kuat akan membuat Asia Tenggara “lebih didengar dalam wacana kekuatan besar dunia.”
Namun, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengingatkan agar perlu langkah hati-hati.
“Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, konsensus dari 11 negara anggota. Kedua, kesesuaian dengan Piagam ASEAN,” katanya.(Sumber)





