Politiknesia.com

Wamendag Dyah Roro Esti Ungkap Kesuksesan Misi Dagang RI di China: Potensi Transaksi Tembus Rp1,55 Triliun

Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar 88,48 juta dolar AS atau sekitar Rp1,55 triliun dari misi dagang ke Tiongkok. Capaian tersebut diperoleh dari rangkaian partisipasi Indonesia pada Salon International de l’Alimentation (SIAL) Shanghai 2026.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja sama perdagangan Indonesia dan Tiongkok. Menurutnya, sektor makanan dan minuman nasional masih menjadi penopang penting perdagangan Indonesia.

“Tiongkok merupakan mitra dagang yang penting dan menjanjikan. Per Kamis, 21 Mei, rangkaian kegiatan SIAL dan Misi Dagang RI mencatat potensi transaksi senilai USD 88,48 juta,” ujar Roro dalam keterangan pers Kementerian Perdagangan ditulis, Jumat, 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, potensi transaksi terbesar berasal dari penandatanganan 12 nota kesepahaman atau MoU. Nilainya mencapai 60,34 juta dolar AS.

Produk yang diperdagangkan meliputi sarang burung walet, durian beku, salak, hingga rumput laut. Selain itu, terdapat kopi, vanila, produk turunan kelapa, dan berbagai makanan olahan.

Sementara itu, transaksi dari pameran SIAL Shanghai mencapai 2,4 juta dolar AS. Produk yang paling diminati antara lain olahan almond dan kelapa parut kering untuk industri makanan dan minuman.

Selain pameran, potensi transaksi juga berasal dari kegiatan business matching senilai 25,89 juta dolar AS. Produk yang diminati mencakup kopi, lada hitam, gula aren, arang kelapa, hingga nanas kaleng.

Perwakilan PT Aditama Tunggal Perkasa, Rizky Adiliah, mengapresiasi dukungan pemerintah dalam membuka akses pasar internasional. Perusahaannya berhasil menandatangani kontrak ekspor produk turunan kelapa dengan pembeli asal Tiongkok.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk turunan kelapa Indonesia memiliki kualitas dan daya saing. Ini peluang pasar yang sangat besar di tingkat global,” kata Rizky.

Misi dagang Indonesia di Shanghai berlangsung pada 18 hingga 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut meliputi forum bisnis, penandatanganan MoU, hingga kunjungan ke importir.

Sebanyak 22 perusahaan Indonesia ikut dalam forum bisnis tersebut. Produk yang dibawa berasal dari sektor pertanian, perikanan, kopi, gula kelapa, dan makanan olahan.(Sumber)