Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung masih enggan menanggapi soal warga yang mengeluh akibat bau dari fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara. Ia mengaku akan meninjau langsung masalah tersebut.
Ia menyebut, bahwa proyek RDF Rorotan di Jakarta Utara itu dibangun jauh sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur DKI.
“Saya belum bisa berkomentar sebelum saya melihat langsung. Karena ini kan dibuat sebelum saya, jauh dan sekarang kan sudah jadi,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Ia mengaku telah membaca semua keluh kesah warga tentang bau yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah tersebut. “Untuk itu, saya ke lapangan dulu lah, saya pengen lihat dulu ya,” ujar Pramono.
Ketua RT di Perumahan Jakarta Garden City (JGC) Klaster Shinano RT 18, RW 14 Wahyu Andre Maryono, menyebut bahwa tujuh orang warganya terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat bau dari fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara.
“Tapi sekarang ini semenjak mereka uji coba terakhir, seminggu terakhir ini sudah gesernya itu ke arah ISPA ya. Karena warga saya itu ada 7 orang per hari ini yang lapor mereka terkena ISPA gitu,” kata Wahyu kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Kebenaran ISPA itu, kata Wahyu, telah dibenarkan juga oleh pihak puskesmas di kawasan kompleksnya. “Tadi juga dari dokter puskesmas juga sudah hubungi saya ingin memeriksa kebenaran informasi itu. Sudah ternyata memang benar warga kami ada yang kena ISPA,” ujar Wahyu.
Andre juga mengungkap dapat surat dari anak bernama Kefas (5) yang memprotes bau sampah dari RDF Rorotan. Anak tersebut sampai tidak doyan makan karena aroma sampah yang menyengat hingga masuk ke dalam rumahnya. “Bapak, hari ini bau sampah sampai Kefas enggak doyan makan,” kata yang tertulis di surat tersebut.(Sumber)





