Politiknesia.com
Parpol  

Zulfikar Arse Sadikin Tegaskan Kaderisasi Jadi Penentu Kekuatan dan Masa Depan Partai Golkar

Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Zulfikar Arse Sadikin menegaskan kaderisasi menjadi faktor penentu kekuatan dan keberlanjutan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

“Kaderisasi itu darahnya organisasi. Kalau Partai Golkar ingin makin punya fungsi dan peran yang lebih baik, jangan lupa meningkatkan kaderisasi,” kata Zulfikar usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan serta Bidang Pemuda dan Olahraga Partai Golkar se-Jawa Timur di Surabaya, Rabu.

Ia menyebut, Partai Golkar saat ini tengah memasuki fase regenerasi yang membutuhkan kehadiran kader-kader baru untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari generasi sebelumnya.

“Sekarang Partai Golkar sedang mengalami regenerasi, generasi lama secara alami mulai berkurang dan kita membutuhkan generasi baru untuk melanjutkan perjuangan pendahulu,” ujar Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwkilan Rakyat (DPR) RI ini.

Zulfikar juga menekankan pentingnya penerapan sistem meritokrasi dalam tubuh partai, yakni dengan menempatkan kader yang telah melalui proses kaderisasi pada posisi strategis organisasi.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan Partai Golkar, khususnya di Jawa Timur, menjadi langkah positif dalam menyongsong pergeseran generasi politik.

Ia optimistis penguatan kaderisasi berbasis generasi muda akan berdampak pada peningkatan dukungan pemilih muda pada pemilu mendatang.

Sekretaris Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat basis kader muda di seluruh tingkatan organisasi.

Ia menambahkan, penguatan kaderisasi dilakukan melalui struktur paling bawah, mulai dari musyawarah kecamatan hingga musyawarah kelurahan, dengan melibatkan lebih banyak generasi muda.

Senada, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Timur, Adiel Muhammad Kanantha, menegaskan pihaknya akan memperkuat strategi kaderisasi berbasis pendekatan generasi muda, termasuk memperluas pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Kami akan melakukan kaderisasi dengan pendekatan ala Gen Z, alfa hingga X, intinya menggunakan cara anak muda,” ujarnya.

Ia mengakui masih adanya persepsi negatif di kalangan muda terhadap partai politik, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang lebih adaptif.(Sumber)