Rp 35 juta di rekening milik mantan wakil gubernur NTT, Drs Benny Litelnoni, hilang.
Atas kejadian tersebut, nasabah Benny Litelnoni mencoba melakukan Koordinasi dengan pihak bank BUMN cabang Kupang itu namun tidak mendapat kepastian.
Ia pun melaporkan permasalahan ini ke SPKT Polda NTT sesuai dengan LP Nomor:LP/B/424/XII/2022/SPKT/POLDA NTT,tanggal 31 Desember 2022.
Saat ini laporan dari terlapor sudah ditindaklanjuti oleh penyidik Ditreskrimus Polda NTT.
Emanuel Passar, kuasa hukum dari nasabah Benny Litelnoni, menyampaikan bahwa kliennya merupakan salah satu nasabah dan pengguna aplikasinya.
Pada tanggal 23 Desember 2022, kliennya melakukan pembelian pulsa listrik lewat aplikasi sebesar Rp 100.000.
“Tetapi setelah satu jam masuklah pemberitahuan notifikasi berupa penarikan dana sebesar Rp 35.999.112 juta,” ungkap Emanuel kepada media, Selasa (14/1/2023).
Dijelaskan Emanuel, setelah dicek, telah terjadi penarikan dana milik kliennya yang dikirim ke rekening Bank atas nama Ulfa Audria Ismi dengan nomor rekening.
“Pasca-kejadian terlapor langsung melakukan konfirmasi ke bank Soe untuk memblokir rekening tabungannya,” ujarnya.
Lanjutnya, kliennya juga melaporkan ke bank pusat namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti terkait uang nasabah yang ditarik.
Lalu kliennya berinisiatif melakukan konfirmasi ke kantor bank di kupang dan bertemu wakil pimpinan cabang tetapi jawabannya tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu kelalaian nasabah.
“Karena merasa kecewa dengan penjelasan dari bank tidak ada penyelesaian maka kliennya menarik semua dana dari rekening tabungannya.
“Selain itu secara resmi telah melaporkan kasus ke Polda NTT, dan akan melakukan gugatan di pengadilan kepada pihak bank,” ujar Emanuel Passar.
Sementara itu, Beny Litelnoni mengatakan dirinya tidak ada transaksi lalu tiba-tiba ada uangnya keluar sesuai dengan laporan notifikasi sejumlah Rp 35 juta.
Pasca kejadian tersebut pihak bank tidak mau bertanggung jawab dan jawaban pihak bank simpel saja itu yakni itu kelalaian nasabah.
“Jawaban tersebut membuat saya kecewa sekali. Karena kejadian ini sudah menyangkut dengan ITE, berarti tingkat keamanan aplikasinya tidak bagus,” bebernya.
Tambahnya, bahwa pihak bank sebenarnya harus membantu nasabah untuk melacak hilangnya uang nasabah yang ditransfer ke pihak lain.
Lanjutnya, ini membuat dirinya kurang percaya kepada bank lagi dan takutnya juga ada nasabah lain yang mengalami masalah serupa.
“Hal ini perlu kita jelaskan di publik dan biar nasabah bank maupun calon nasabah bank harus perlu berhati-hati akan tingkat keamanan dan tanggung jawab bank,” jelas Beni Litelnoni.(Sumber)





