Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak buka suara soal dirinya yang diisukan akan mendapat jatah menteri di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Emil menegaskan bahwa jabatan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Dalam hal ini, dia menyebut tidak bisa mengajukan diri ingin menjadi menteri.
“Kayaknya kalau kabinet bukan pemilihan dengan mencalonkan diri. Itu hak prerogatif penuh dari bapak Presiden sekarang dan nantinya. Jadi saya rasa bukan kompetensi saya untuk menjawab,” ujar Emil di Jakarta, dikutip Kamis (11/7/2024).
Ia mengatakan bahwa Partai Gerindra yang diketuai oleh Prabowo juga sudah mendeklarasikan Khofifah dan dirinya maju Pilgub Jatim 2024. Menurut Emil, Prabowo tidak mungkin akan menunjuknya menjadi menteri.
“Kebetulan bahwa koalisi yang mengusung Ibu Khofifah dan saya itu juga ada Partai Gerindra yang mana ketua umumnya Pak Prabowo, Presiden terpilih, sehingga saya rasa sudah terjawab dengan sendirinya,” katanya.
Emil mengaku akan fokus mengabdi dan memimpin Jatim selama lima tahun kedepan bersama Khofifah, meneruskan program-program baik yang sudah ada pada periode kepemimpinan sebelumnya.
“Bahwa fokus dari ikhtiar pengabdian saya dan juga amanah dari ketua umum saya Bapak AHY adalah untuk kembali mendampingi Ibu Khofifah, meneruskan ikhtiar dan prestasi-prestasi beliau dalam menyejahterakan dan mengabdikan diri untuk masyarakat Jatim,” tutur Emil.
(Sumber)





