Politiknesia.com

Syahganda Puji Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Punya Kompetensi dan Latar Belakang Ekonomi Mumpuni

GREAT Institute kembali menggelar acara diskusi strategis bertajuk Great Lecture dengan tema Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8%” yang diselenggarakan di Menara Bidakara pada Kamis (11/09).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional lintas sektor, termasuk Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, Anggota BPK RI Bobby Rizaldi, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, Wakil Menteri Perumahan Rakyat Fahri Hamzah, serta Direktur Eksekutif GREAT Institute, Syahganda Nainggolan.

Dalam sambutannya, Syahganda menyoroti pentingnya peran Menteri Keuangan dalam mengarahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak hanya tinggi secara angka, namun juga inklusif dan merata. Ia memberikan apresiasi atas kinerja Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya memiliki kompetensi dan latar belakang ekonomi yang mumpuni.

“Kemarin saya lihat di media online, hampir 100 persen memuji Menteri Keuangan. Jadi kita mengamati percakapan publik, persepsinya positif. Selama 10 bulan kemarin, Presiden tidak menemukan seorang yang betul-betul ekonom. Kalau sosok yang benar-benar ekonom, ya Pak Menkeu sekarang,” ujar Syahganda.

Ia juga berharap agar Menteri Keuangan tidak bersikap elitis dan mendorong jajaran kementeriannya untuk lebih terbuka terhadap masyarakat.

“Harapan saya Pak Menkeu jangan jadi menara gading, harus ada pesan yang disampaikan kepada jajarannya agar membuka diri terhadap masyarakat luar,” tambahnya.

Lebih jauh, Syahganda menilai bahwa kolaborasi antara Presiden Prabowo yang dikenal progresif dengan Menteri Keuangan Purbaya bisa menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi nasional, terutama dalam mendorong industrialisasi dan pemerataan pertumbuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Syahganda juga menyinggung pentingnya penggunaan instrumen seperti Kopdes Merah Putih dan MBG dalam mendistribusikan sumber daya ke seluruh pelosok negeri.

“Saya lihat instrumen Kopdes Merah Putih ini bisa dongkrak hal itu, begitu pun dengan MBG. Artinya uang-uang ini akan disebar ke seluruh daerah, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi secara merata,” jelasnya.

Diskusi ini menjadi wadah penting dalam mengkaji arah kebijakan ekonomi Indonesia ke depan, serta bagaimana strategi konkret dapat mendorong pertumbuhan yang tidak hanya tinggi secara angka, namun juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat. (Radaraktual)