Politiknesia.com

Maruli Siahaan Ingin Hidupkan Lagi Pancasila di Tengah Ancaman Perpecahan Bangsa

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Maruli Siahaan menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar tidak hanya menjadi dasar negara yang dihafalkan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Pancasila harus hadir dalam sikap dan perbuatan kita. Ketika masyarakat saling membantu, menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama, di situlah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup,” ujar Maruli Siahaan pada kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila 2026 di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu.

Menurut dia, nilai gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, persatuan, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama harus menjadi karakter utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kebangsaan.

Maruli mengatakan relawan memiliki peran strategis sebagai penggerak kebajikan di tengah masyarakat, tidak hanya menyampaikan pemahaman mengenai Pancasila, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun solidaritas dan menjaga persatuan.

Ia menambahkan relawan juga diharapkan mampu berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mencegah berkembangnya intoleransi, kekerasan, dan perpecahan di lingkungan sekitar.

“Gerakan Kebajikan Pancasila harus menjadi gerakan bersama. Kita ingin Pancasila dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta penguatan persaudaraan dan kebersamaan,” katanya.

Kegiatan yang digelar di Warkop Baba Kupie, Jalan P. Diponegoro, Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai unsur masyarakat, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan kelompok masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.

Sejumlah narasumber turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya akademisi bidang politik dan tata negara Fernanda Putra Adela, akademisi bidang ekonomi kerakyatan Hosianna Ayu Hidayati, serta Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Edi Subowo.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas penguatan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tantangan politik dan ketatanegaraan, pembangunan ekonomi kerakyatan, serta pentingnya kebijakan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan terbangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat persatuan serta menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan yang konkret, bermanfaat(Sumber)