Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama rantai pasok industri dengan Kazakhstan sebagai upaya memperluas kolaborasi bilateral sekaligus mendorong penguatan ekosistem industri di kawasan Eurasia.
Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui pembentukan mekanisme working committee yang melibatkan pemerintah dan dunia usaha agar implementasi kerja sama berjalan lebih konkret.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Ekaterinburg, Rusia, Selasa mengatakan, pembentukan working committee menjadi langkah penting untuk mengawal realisasi berbagai peluang kerja sama industri antara Indonesia dan Kazakhstan.
“Kita sama-sama menyepakati akan membentuk working committee,” kata dia.
Menurut Agus, working committee nantinya akan melibatkan perwakilan Indonesia dan Kazakhstan, dengan peran besar diberikan kepada pelaku usaha agar kerja sama yang dibangun lebih realistis dan sesuai kebutuhan industri.
“Working committee Indonesia dengan pihak Kazakhstan, dan saya melihat bahwa nanti heavy-nya dari working committee itu, bukan pihak pemerintah yang mengisi, tapi pihak dunia usaha, contohnya KADIN, atau mungkin nanti kita libatkan asosiasi lain,” katanya.
Ia menambahkan, potensi kerja sama Indonesia dengan Kazakhstan maupun negara-negara Eurasia masih sangat besar dan perlu terus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor industri nasional.
“Hubungan antara kita dengan negara-negara Eurasia, termasuk Kazakhstan, itu ruang tumbuhnya masih besar sekali,” kata Menperin.
RI perkuat kerja sama rantai pasok industri dengan Kazakhstan
Adapun kerja sama bilateral tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan rantai pasok industri dengan memanfaatkan kekuatan yang saling melengkapi antara kedua negara.
Kolaborasi akan diperkuat melalui skema pemerintah dengan pemerintah (G2G), pemerintah dengan bisnis (G2B), serta bisnis dengan bisnis (B2B).
Ruang lingkup kerja sama mencakup eksplorasi dan implementasi proyek investasi bersama di sektor teknik mesin, industri otomotif, industri kimia, industri ringan, dan sektor industri terkait lainnya.
Kedua negara juga akan memperkuat kemitraan ekonomi melalui pertukaran teknologi dan pengembangan keterkaitan industri maupun rantai pasok.
Selain itu, Indonesia dan Kazakhstan akan menyelenggarakan dialog serta forum bisnis bersama, mengembangkan kawasan industri, memperkuat kerja sama antarperusahaan termasuk pembentukan usaha patungan dan lokalisasi produksi, serta meningkatkan kolaborasi di bidang metalurgi dan manufaktur, termasuk pengolahan mineral hilir dan pengembangan produk industri bernilai tambah.
Kerja sama juga mencakup pengembangan kapasitas pendidikan dan tenaga kerja industri melalui program pelatihan bersama dengan instansi pemerintah, lembaga akademik, dan pihak terkait lainnya, serta membuka peluang kerja sama baru yang disepakati kedua negara di masa mendatang.(Sumber)





