Politiknesia.com

Menteri Maman Abdurrahman: Alfamart, Kopdes Merah Putih, dan UMKM Bisa Tumbuh Bersama Saling Melengkapi

MENTERI Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), hingga warung kelontong bisa saling mendukung ekosistem bisnis usaha di tiap-tiap daerah.

Menurut Maman, minimarket, dan warung-warung kelontong juga merupakan kelompok-kelompok bisnis yang memiliki dampak positif dalam rangka untuk mendorong keterlibatan UMKM di daerah setempat.

“Jadi jangan sampai seakan-akan, ‘Oh, ada koperasi akan mengkanibalisasi Alfamart, begitu juga Alfamart akan mengkanibalisasi koperasi, atau justru akan mengkanibalisasi UMKM’. Enggak. Sampai saat ini UMKM-UMKM yang masuk ke dalam rantai pasoknya Alfamart, yang bisa berjualan di Alfamart itu banyak sekali,” ujar Maman usai menghadiri acara Kick Off Diplomat Success Challenge (DSC) di bilangan Senayan, Jakarta, Kamis (9/7).

Ia mengatakan perizinan minimarket seperti Alfamart dan Indomaret diberikan kepada kepala daerah untuk disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing.

“Misalnya Sumatra Barat, mereka menganggap tidak perlu ada Alfamart, ya enggak masalah. Tapi kalau misalnya di Bandung, Bogor, Tangerang Selatan atau di daerah Jawa, Kalimantan atau Sulawesi, mereka menganggap bahwa itu perlu, ya silakan saja,” ujar Maman.

“Jadi jangan diberlakukan rata bahwa di daerah ini tidak perlu ada Alfamart atau di daerah ini harus ada Alfamart, tidak. Inilah kenapa proses perizinan pemberian kepada Alfamart itu diserahkan kepada masing-masing kepala daerah, karena yang memahami kondisi situasi di daerah itu kan kepala daerah masing-masing,” imbuhnya.

Terkait hal itu, Maman menyebut perlunya mengedepankan prinsip keadilan dan proporsionalitas, bukan moratorium.

“Bahasanya bukan moratorium tapi kita melihat prinsip keadilan dan proporsionalitas, tergantung kebutuhan di masing-masing daerah. Kalau di daerah A dia masih membutuhkan Alfamart dan itu bisa menyerap produk-produk UMKM di daerah tersebut, ya didorong. Tapi kalau memang di daerah yang B misalnya dianggap sudah cukup, tidak perlu Alfamart, ya enggak usah,” katanya. (Sumber)