Politiknesia.com

Cegah Banjir dan Erosi, Walikota Robinsar Canangkan Gerakan Sejuta Pohon di Cilegon

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), camat, hingga lurah di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon untuk mendukung program penanaman sejuta pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem serta mencegah banjir dan erosi tanah.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi Wali Kota Cilegon Nomor 500.4.5/773/Eksda tertanggal 12 Januari 2026 yang bersifat penting. Seluruh jajaran diminta berpartisipasi aktif dengan menyediakan bibit pohon keras.

“Penanaman sejuta pohon ini adalah ikhtiar bersama untuk menjaga keseimbangan alam. Kami ingin mencegah banjir, mengurangi erosi, dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Kota Cilegon. Ini bukan kegiatan seremonial, tapi gerakan bersama yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” kata Wali Kota Cilegon Robinsar, Selasa (13/1/2026).

Adapun bibit pohon yang diminta antara lain trembesi, mahoni, sengon, akasia, ketapang, dan jati, dengan tinggi minimal satu meter. Bibit tersebut dikumpulkan di Lapangan Tengah Sekretariat Daerah Kota Cilegon, paling lambat Kamis, 15 Januari 2026 mendatang.

Robinsar menyampaikan, dalam surat diatur kewajiban penyediaan bibit berdasarkan jabatan. Untuk OPD, pejabat eselon II diwajibkan menyediakan 20 pohon, eselon III atau fungsional madya 15 pohon, eselon IV atau fungsional pertama/muda 5 pohon, beserta staf atau pelaksana 1 pohon.

Menanggapi kebijakan tersebut, Direktur BPRS Cilegon Mandiri (BPRS CM), M Yoka Desthuraka, menyatakan siap mendukung penuh program penanaman sejuta pohon yang dicanangkan Pemerintah Kota Cilegon.

“Kami di BPRS Cilegon Mandiri siap melaksanakan instruksi Wali Kota. Program ini sejalan dengan komitmen BUMD untuk tidak hanya berkontribusi di sektor ekonomi, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Ini bentuk tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat dan daerah,” ujar Yoka.

Menurutnya, keterlibatan BUMD dalam program lingkungan menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan di Kota Cilegon. “Kami berharap gerakan ini memberikan dampak nyata, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup ke depan,” katanya.(Sumber)